oleh

Dirumahkan, Puluhan Honorer Kesehatan Kembali Datangi DPRD Buteng

-HEADLINE-1200 Dilihat
BUTENG, SPIONNEWS.COM – Sebagai bentuk tindak lanjut dari aksi demonstrasi yang pernah dilakukan oleh ratusan honorer tenaga kesehatan pada Selasa lalu (09/01/2018), puluhan honorer tenaga Kesehatan di semua Puskesmas yang tersebar di beberapa Kecamatan Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang terletak di Kelurahan Lakudo Kecamatan Lakudo.

Kali ini puluhan honorer tersebut mendatangi kantor DPRD bukan dengan aksi demonstrasi, melainkan memakai cara diplomasi untuk meminta keadilan dan sekaligus mempertanyakan tindak lanjut pemerintah terkait beberapa tuntutan massa aksi saat unjuk rasa pekan lalu.

Kepada awak Spionnews.com, Korlap Munawir menjelaskan bahwa kedatangan puluhan honorer tenaga kesehatan di DPRD pada Selasa (16/01/2018) untuk menuntut keadilan atas tindakan pemberhentian sepihak yang dilakukan beberapa Kepala Puskesmas di Kabupaten Buton Tengah beberapa waktu lalu.

“Tuntutan kami tadi, yakni mempertanyakan kejelasan tentang yang 14 orang itu hari yang sempat terkafer dalam data kemarin, yang sempat dikeluarkan atau diterbitkan oleh beberapa Kapus (Kepala Puskesmas, red),” ungkapnya.

Ia menjabarkan pula, salah satu kesimpulan dari DPRD yang sempat disimak olehnya menyebutkan bahwa semua tenaga honorer Kesehatan harus aktif kembali melaksanakan tugasnya sebagai pelayan kesehatan masyarakat di Puskesmas tempatnya mengabdi.

“Kesimpulan hasil rapat bersama dengan DPRD yang kami simak tadi menyatakan bahwa semua tenaga honorer itu harus kembali atau diterima lagi magang seperti biasa, dan kalau yang 14 orang itu dibatalkan, karena itu hanya kesepakatan sepihak, tanpa sepengetahuan DPRD. Intinya semua tenaga magang diaktifkan kembali, tidak ada lagi yang dirumahkan,” jabarnya.

Mewakili para honorer tenaga kesehatan Buteng, Munawir  menyampaikan bahwa harapan semua honorer tenaga kesehtan dari kecamatan agar Kepala Puskesmas Gu segera dicopot dari jabatannya karena dinilai telah menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya mengambil keputusan sepihak mengeluarkan beberapa tenaga honorer tanpa sepengetahuan DPRD selaku para wakil rakyat.

“Dia sempat menyampaikan kepada teman-teman honorer, bahwa siapa yang tidak terkafer dalam honorer yang 14 orang ini maka silahkan angkat kaki dari Puskesmas Gu,” kata Munawir. (Laskar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed