oleh

Perkelahian Antar Siswi SMKN 3 Baubau Berujung Damai

-HUKRIM-1019 Dilihat

BAUBAU, SPIONNEWS.COM – Dugaan tindak perkelahian yang melibatkan tiga siswi SMKN 3 Baubau berinisial SA, S dan SNA pada Jumat (09/02) akhirnya berujung pada penyelesaian melalui proses damai. Proses damai itu berlangsung di aula Mapolres Baubau dipimpin langsung Kapolres Baubau AKBP Daniel Widya Muchram SIK pada Minggu (11/02).

“Kita tadi telah melakukan mediasi dengan dihadiri oleh teman teman wartawan, pihak guru, orang tua dan siswi yang terlibat dan mereka sudah berdamai,” ucap Daniel Widya Muchram kepada spionnews.com, Minggu (11/02).

Daniel menjelaskan, dalam menyelesaikan pertikaian yang melibatkan 3 siswi jurusan kecantikan itu pihaknya merujuk pada tiga aspek, seperti aspek sosiologis, aspek kemanusiaan dan aspek keadilan. Dari aspek sosilogis pihaknya melihat bahwa perselisihan yang terjadi itu merupakan hal yang mungkin sepele karna berkaitan antar mereka yang diawali dengan keinginan untuk memindahkan lagu yang diikuti dengan adanya miskomunikasi sehingga berujung pada adanya benturan fisik.

“Hal itu saya pikir lebih kepada sebuah perselisihan yang bisa diselesaikan dengan jalan damai,”tuturnya.

Dari aspek kemanusiaan bahwa pihak yang berselisih tersebut masih kategori dibawah umur dan juga sebentar lagi mereka akan melaksanakan ujian. “Disitu ada aspek kemanusiaan yang kita kedepankan untuk melakukan penyelesaian dengan menggunakan Alternative Dispute Resolution (ADR) atau penyelesaian perkara perkara diluar proses hukum,” tuturnya.

Dari aspek keadilan lanjut Daniel, karena pihak yang berselisih sudah berdamai sehingga disinilah letaknya bahwa keadilan yang didapat dalam satu penerapan hukum itu adalah bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. “Jadi tiga pertimbangan itulah yang menjadi dasar kami sehingga dari polres Baubau menyelesaikan perkara perselisihan siswi SMKN 3 Baubau itu dengan cara mediasi,”terangnya.

Untuk diketahui, perkelahian tiga siswi SMKN 3 Baubau jurusan kecantikan itu bermula saat siswa kelas tiga mengikuti materi pelajaran menari dan kegiatan tersebut direkam oleh SA. Selanjutnya S dan SNA meminta SA untuk membagikan rekaman tersebut namun SA tidak dapat membagikannya karena Handphone miliknya saat itu telah lowbet.

Akibat miss komunikasi dan kesalapahaman sehingga menyebabkan terjadinya perkelahian antara SA, S dan SNA. Belakangan video perkelahian tersebut sempat disebarkan melalui media sosial dan telah menjadi viral.

Dilansir dari Tribunbuton.com, saat dilakukan mediasi ketiga Siswi tersebut tak dapat menahan tangis haru mereka. Nampak ketulusan terpancar dari wajah ketiganya saat bersalaman, berpelukan, disaksikan guru BP Drs Abd Wahab, Wali Kelas Sarfiah SPd, yang juga turut tertunduk haru.

Sarfiah sendiri tak dapat menahan air matanya, sebab baginya Siswi perwaliannya sudah Ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri. “Mereka ini adalah anak-anak saya, kebanggaan saya, saya tau mereka ini anak-anak baik. Terima kasih Polres Baubau sudah membantu menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Sarfiah sembari terus meneteskan air mata, yang tak lama kemudian memeluk erat ketiga anak didiknya. (Nan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed