oleh

53 Pelanggar Lalulintas Terjaring Razia Sat Lantas Polres Baubau

-HUKRIM-1307 Dilihat

BAUBAU, SPIONNEWS.COM – Sedikitnya 53 pengendara sepeda motor terjaring razia Sat Lantas Polres Baubau di Jalan Betoambari akibat melakukan pelanggaran lalulintas, Kamis (15/2).

Kasat Lantas Polres Baubau Lesmana Pramuditya P. SIK melalui Baur Tilang Bripka Hariyono menjelaskan, yang ditindaki saat ini hanyalah terhadap jenis pelanggaran yang dilihat secara kasat mata, seperti pengendara dibawah umur, tidak menggunakan helm standar, melawan arus lalulintas, menerobos lampu merah atau traffick light.

Baur Tilang Sat Lantas Polres Baubau Bripka Hariyono (Bahnan/spionnews.com)

“jadi yang kita tindaki hari ini hanya pelanggaran yang dilihat secara kasat mata, untuk pemeriksaan surat-surat kendaraan kami tidak lakukan,”ucapnya Kamis (15/2).

Dari semua pelanggar yang dikena razia saat ini lanjut Hariono rata-rata berusia bekisar 35 tahun kebawah, namun dari jumlah itu yang lebih dominan adalah pelajar dan mahasiswa.

Lebih lanjut Hariyono menjelaskan, operasi ini merupakan operasi rutin yang dilakukan secara berkala oleh Sat Lantas Polres Baubau yang pelaksanaanya tergantung pada kebutuhan. Operasi kali ini bermula dari banyaknya komentar-komentar di medsos tentang kerap terjadinya pelanggaran lalulintas di Jalan Betoambari.

“Kebetulan di Jalan Betoambari itu kita tau sendiri terlalu banyak pelanggaran, ya makanya meskipun waktu kami terbatas karena banyaknya kegitan terutama Pengamanan pilwali namun kami tetap berusaha disela-sela waktu yang ada kami melakukan kegiatan ini,”ujarnya.

Besaran denda yang dijatuhkan terhadap sejumlah pelanggar tersebut rata-rata Rp 250.000 yang dibayar langsung ke Bank. Selain itu juga terdapat dua pelanggar lainnya yang tidak mau mengambil kartu tilang sama sekali.

“ada juga yang tidak mau mengambil kartu tilang tapi tetap kami lakukan penindakan nanti datang orangnya tetap juga kami tilang.Itu ada dua orang yang tidak mau mengambil (surat tilang, red) sama sekali, pada intinya tidak mau mematuhi ataupun mengikuti perintah petugas,”terangnya.

Terhadap sejumlah pelanggar itu akan mengikuti sidang pada tanggal 23 Februari 2018 dan berikutnya pada bulan Maret mendatang. “Sidangnya dilaksanakan pada tanggal 23 ini, yang tidak mematuhi aturan petugas sidangnya bulan 3. Istilahnya bedalah dengan yan mematuhi aturan karena tujuannya untuk memberikan efek jerah,” tutupnya. (Bahnan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed