oleh

Pembangunan Talud di Desa Banabungi Tanpa Amdal

-HUKRIM-1190 Dilihat

BUSEL, SPIONNEWS.COM – Pembangunan Talud penghalang ombak di Desa Banabungi, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan yang berakhir pada Desember 2018 lalu diduga tidak memiliki izin lingkungan seperti Amdal, UKL-UPL atau SPPL.

Salah Seorang Aktifis Pemerhati Lingkungan, Erik menjelaskan dalam pembangunan talud di Desa Banabungi, Kecamatan Kadatua terindikasi pelanggaran administrasi sebab pembangunan itu tidak dilengkapi izin lingkungan seperti Amdal, UKL-UPL ataupun SPPL.

“Terjadinya indikasi pelanggarannya di Desa Banabungi karena tidak adanya dokumen itu sejak bangunan (Talud,red) dibuat sampai selesai bahkan saat ini kontruksinya itu rusak ,” ucapnya.

Seharusnya kata Erik dalam pembangunan atau kegiatan yang menyangkut lingkungan harus dilengkapi dengan izin lingkungan, bila tidak maka akan berimplikasi pada pelanggaran UU Tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sekretaris Desa Banabungi Fadel saat dikonfirmasi, Rabu (21/2) mengakui kalau pembangunan talud itu memang tidak dilengkapi iziningkungan, karena pada biasanya memang untuk pembangunan talud tidak pernah dibutuhkan izin lingkungan.

“Biasanya tidak pernah diuruskan. baru kali ini juga ada aktifis yang tanyakan itu,”tuturnya.

Pembangunan Talud itu dimulai pada bulan Juli 2017 dan selesai bulan Desember 2017 dengan menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp 500 juta lebih.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Selatan, La Ode Mpute di kantornya beberpa waktu lalu menjelaskan apabila bangunan atau usaha tidak memiliki dokumen lingkungan itu merupakan sebuah pelanggaran. Kata Dia hingga kini pihaknya belum pernah mendapatkan usulan atau tembusan terkait pengurusan izin dukumen lingkungan Talud Desa Banabungi.

” Saya tidak tau adanya pembangunan tersebut, padahal saya putra daerah disana (Banabungi, red). Saya akan konfirmasi dulu sama pihak terkait mengenai pembangunan itu,”tutupnya. (Risman Doni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed