oleh

Bebas Di PN Kendari, Yance Kongres Diputus 4 Bulan Penjara Di MA

-HUKRIM-1078 Dilihat

BAUBAU, SPIONNEWS.COM- Warga Kota Baubau Yance Kongres alias Ayampa akhirnya diputus 4 bulan penjara oleh Mahkamah Agung (MA) dalam perkara Nomor:  123/K/Pid/2018. Sebelumnya Ayampa yang dijerat dengan kasus memberikan Keterangan Palsu Pada Akta Autentik ini dengan korban adiknya sendiri, Kong Winarto alias Awi diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Kendari dalam perkara Nomor 192/Pid.B/2017/PN.Kdi tertanggal 13 Desember 2017.

Kuasa hukum Kong Winarto, Imam Ridho Angga Yuwono, SH menjelaskan perkara itu kini telah incrah. “Kemarin pada hari rabu 16 Mei 2018 saya meminta putusan Perkara Tindak Pidana “Memberikan Keterangan Palsu Pada Akta Autentik” sebagaimana diatur dalam pasal 266 KUHP yang diduga di lakukan oleh Yance Kongres alias Ayampa, dengan korban kakaknya sendiri yang bernama Kong Winarto alias Awi pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Dan Perkara tersebut telah ingkracht melalui putusan Mahkamah Agung Nomor 123/K/Pid/2018. Dalam putusan tersebut membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Kendari tanggal 13 Desember 2017 Nomor 192/Pid.B/2017/PN.Kdi yang sebelumnya membebaskan Ayampa,”urai pria yang akrap dengan sapaan Angga itu.

Pada putusan ingkracht ini lanjut Angga, ayampa dihukum penjara selama 4 bulan karena terbukti secara sah dan meyakinkan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik, yang seolah-olah telah membeli 4 buah kapal milik Awi dihadapan Notaris Musnawir, SH.

Apabila dihitung dengan masa penahanan yang telah di jalani oleh Ayampa, masih tersisa sekitar 3 bulanan lagi yang harus dijalani oleh Ayampa. Karena ini Putusan Akhir atau ingkracht, maka Jaksa Penuntut Umum wajib melakukan eksekusi terhadap Terpidana meskipun Terpidana tersebut melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali.

“Kejadian perkara ini berawal dari kerjasama penitipan Kapal milik Awi kepada Ayampa. Sekitar tahun 2002, Ayampa menyampaikan kepada Awi bahwa pengoperasian kapal harus menggunakan perusahaan pelayaran sehingga Awi mau menitipkan kapalnya kepada Ayampa. Namun ternyata Ayampa menyalahgunakan kepecayaan itu dan membuat akta jual beli kapal tanpa disadari oleh Awi,”jelas Angga, Ketua DPC Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) Kota Baubau itu.

Lanjutnya, perbuatan Ayampa itu mulai tercium oleh Awi sejak Ayampa tidak mau lagi memberikan bagi hasil usaha sebesar 1 M pertahun kepada Awi semenjak Tahun 2013, malahan kapal yang dititipkan tersebut seolah-olah telah menjadi milik Ayampa.

Dengan demikian Putusan Mahkamah Agung ini telah memberikan rasa keadilan kepada Awi selaku korban dari perbuatan Ayampa, meskipun sebenarnya hukuman 4 bulan belumlah setimpal dengan kerugian batin yang dialami Awi. Selain hukuman badan yang akan di terima Ayampa, Awi juga akan tetap meminta ganti kerugian materil yang selama ini diderita akibat perbuatan Ayampa tersebut.

“Perihal eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung ini, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara tentu akan meminta bantuan Kejaksaan Negeri Baubau untuk melaksanakannya. Menurut mereka Ayampa sudah dipanggil untuk kedua kalinya, dan jika tidak juga mengindahkan bisa ada penjemputan paksa. Kami selaku penasihat hukum korban akan selalu memantau perkembangan kasus ini”,tutup Angga. (Tj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed