oleh

Pemkot Baubau Gelar FGD 2

-HEADLINE-683 Dilihat

BAUBAU, SPIONNEWS.COM – Dalam rangka pendampingan penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah pengelolaan air limbah domestik tingkat Kota Baubau, maka Pemerintah Kota Baubau menggelar FGD 2 (Focus Group Discussion 2)  yang dipusatkan di kantor Badan Perencanan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Baubau, belum lama ini (Jumat, 14/09/20018) lalu.

Acara itu dibuka Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Sunarto Lanae, yang saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Baubau dan pesertanya adalah anggota tim pokja penyusunan naskah akademik dan ranperda pengelolaan air limbah Kota Baubau. “Anggota pokja yangg hadir, yaitu utusan dari Bappeda Kota Baubau, Bagian Hukum Setda Kota Baubau, Bagian Ortala Setda Kota Baubau, Dinas PUPR Kota Baubau, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Baubau, Kementerian PUPR Republik Indonesia, Satker PSPLP Prov. Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Baubau,” kata Eddy Hamka, selaku Konsultan Individu (KI) bidang kelembagaan, menjawab pertanyaan Wartawan SPIONNEWS.COM, di tempat yang sama belum lama ini.

Menurut pria yang saat ini juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Kendari, pengelolaan air limbah domestik merupakan salah satu sasaran prioritas pembangunan pemerintah yang tercantum dalam dokumen RPJMN 2015-2019. “Kegiatan pendampingan ini difasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia melalui satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, kegiatan FGD 2 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu “Kick off Meeting”, FGD 1, dan konsolidasi satu. “Tujuan yang ingin dicapai dari FGD 1 adalah lahirnya draft ranperda yang selanjutnya akan menjadi bahan dalam pembahasan oleh DPRD kota Baubau sehingga akan menjadi payung hukum dalam pengelolaan air limbah domestik di Kota Baubau,” tegasnya, sembari menambahkan, hasil dari FGD 2 ini akan dibahas lagi di tingkat pusat sebelum diserahkan ke daerah untuk ditindaklanjuti dalam program Prolegda Kota Baubau tahun 2019. (Rusly)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed