oleh

Wujudkan Pengabdian Terhadap Masyarakat, UMK Dan Balitbang Laksanakan FGD Pemanfatan LAD

-SOSBUD-1033 Dilihat

KONAWE, SPIONNEWS.COM – Guna mewujudkan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) bekerjasama dengan Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan  Light Aggregation Device (LAD) atau lampu bawah air. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe pada Sabtu (22/9) itu, merupakan rangkain dari pelaksanaan penelitian yang didanai oleh Balitbang Provinsi Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2018.

Acara yang mempesertakan sejumlah masyarakat Desa Mekar itu dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Mekar. Kegiatanpun disambut baik oleh sang kepala desa serta para peserta yang menghadiri kegiatan itu, sebab dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan.

Rusdi, Kabid Inovasi dan Teknologi selaku pemateri yang mewakili Balitbang Provinsi Sultra berharap dengan adanya pertemuan ini, nelayan yang berada di pesisir pantai Soropia, khususnya Desa Mekar dapat memanfaatkan teknologi lampu bawah air ini dengan baik sesuai arahan dan petunjuk. “Diharapkan nelayan bisa membuat dan mengembangkannya secara mandiri,” harapnya.

Lebih lanjut Dia menjelaskan, Balitbang Provinsi Sultra kedepannya telah berkomitmen untuk menfasilitasi hilirisasi teknologi tepat guna dari Universitas Muhammadiyah Kendari.

Di tempat yang sama pemateri lainnya Eddy Hamka, S.Pi, M.Si, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMK menjelaskan secara teknis proses pembuatan lampu bawah air, bahan yang dibutuhkan dan biaya pembuatannya. Itu dilakukan agar para nelayan dapat memahaminya dengan baik.

Dia menjelaskan Lampu LAD atau lampu bawah air adalah alat bantu penangkapan ikan yang beroperasi pada malam hari. Alat ini secara operasinya diletakkan didalam air dan lebih efektif untuk mengumpulkan ikan dibandingkan lampu yang digunakan dipermukaan, dari segi biaya juga mengurangi biaya operasional nelayan, karena satu lampu bawah air setara dengan 4 lampu permukaan sehingga penggunaan bahan bakar genset lebih sedikit bisa sampai 70-80%. “Saya berharap inovasi ini dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapannya,” tuturnya.

Kegiatan itu diisi dengan sesi diskusi. Dalam kesempatan itu salah seorang nelayan mengakui  bahwa lampu bawah air ini sangat dibutuhkan, sebab dengan itu dapat meningkatkan hasil tangkap ikan.

“Pada alat tangkap sero, kami sangat butuhkan lampu bawah air ini. Olehnya itu kami minta kepada kepala desa mekar agar dilakukan kegiatan bimbingan teknis secara lebih detail pembuatan lampu bawah air ini,” tutupnya. (Eddy Hamka, S.Pi., M.Si/SPIONNEWS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed