oleh

BBM Langka di Mawasangka, GP Parba Turun ke Jalan, dan Mendapat Intimidasi

-HUKRIM-938 Dilihat
Majidu saat menunjukan memar akibat pemukulan

BUTENG, SPIONNEWS.COM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) salah satunya Solar Subsidi yang terjadi di Buton Tengah khususnya Kecamatan Mawasangka dimana terindikasi terjadi penimbunan BBM bersubsidi, dan pendistribusian yang tidak tepat sasaran membuat Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pasar Baru (GP PARBA) Mawasangka mengadakan aksi demonstrasi.

“Dengan adanya persoalan yang terjadi di daerah kita tercinta Buton Tengah khususnya di daerah Mawasangka Induk, tentang kelangkaan BBM dalam hal ini Solar Subsidi, yang terindikasi melakukan penimbunan BBM bersubsidi, dan melakukan pendistribusian tidak tepat sasaran, dalam hal ini tidak mengantongi izin usaha. Hal ini melanggar aturan UU No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, pada pasal 53 huruf (c) dan pasal (55),” kata Majidu.

Majidu menambahkan, hal tersebut sangat meresahkan masyarakat kecil, yang mana hanya orang-orang yang berduit saja yang bisa menikmati BBM bersubsidi dalam jumlah banyak, dimana saat mengantri BBM di SPBU yang lebih dilayani dan diutamakan adalah orang-orang terdekat dan orang-orang yang berduit.

“Akhirnya kita masyarakat menengah ke bawah susah menikmati BBM bersubsidi, contoh kasus seperti para nelayan yang membutuhkan bahan bakar Solar yang menjadi motor penggerak dalam melakukan pekerjaan nelayan utuk melanjutkan hidup, dengan adanya permasalahan ini mengakibat para nelayan tidak dapat melaut, dan para sopir mobil yang sangat membutuhkan  bahan bakar minyak Solar, terhenti bekerja, dikarenakan langkanya BBM bersubsidi dan melambung tingginya harga BBM,” tambahnya.

Dalam tuntutannya, Majidu menginginkan pihak terkait memeriksa pemilik SPBU yang ada di Kecamatan Mawasangka yaitu Haji La Afa dan Mazaludin dan memeriksa oknum yang mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah banyak.

“Kami duga tidak mengantongi izin usaha yaitu Sodara Andu alias Bapak Kiki, sodara Miu dan sodara La Tadi  dan yang bersangkutan lainnya,” katanya.

Gerakan yang dibangun Majidu dan kawan – kawan terhenti akibat adanya intimidasi dan perlawanan dari sekelompok masyarakat Mawasangka yang menilai gerakan mereka tidak benar, mengakibatkan Majidu mendapatkan pukulan dari oknum tidak dikenal.

“Ada pemukulan, yang dilakukan massa yang melerai gerakan kami, oknum RY memukul saya pada tulang pipi sebelah kiri, samping mata, dan TM menghantam leher dan dan memukul bibir bawah bagian kiri saya, oleh karena itu kami akan melaporkan oknum tersebut ke pihak Polres Baubau,” kata Majidu.

Pantauan spionnews.com, setelah melakukan aksinya, Majidu mengunjungi DPRD Buteng namun Anggota DPRD Buteng sudah tidak berada di kantor.

Atas kelangkaan BBM di 2 SPBU di Kecamatan Mawasangka, yaitu SPBU Haji La Afa, dan SPBU Mazaluddin, Majidu berencana akan melanjutkan aksinya di Depot Pertamina Baubau.

“Kami akan meminta Kepala Pertamina Depot Baubau. Menstabilkan distribusi BBM di Kecamatan Mawasangka dan sekitarnya, juga meminta Jenderal Manajer Pertamina Indonesia Timur di Makassar untuk mencopot dan mengevaluasi Kepala Pertamina Depot Baubau jika tidak melakukan evaluasi yang dimaksud. (Dzabur Al-Butuni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed