oleh

Korlap GP Parba resmi lapor di Polres Baubau

-HEADLINE-691 Dilihat
Majidu, Korlap Aksi GP Parba
Majidu Korlap Aksi GP Parba

BUTENG, SPIONNEWS.COM – Setelah mengalami pemukulan yang mengakibatkan memar, Koordinator lapangan (Korlap) aksi Gerakan Pemuda Pasar Baru (GP Parba), Majidu resmi melaporkan oknum yang memukul dirinya kepada Polres Baubau.

“Kami telah melaporkan, Tamrin Mau dan Roys berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/187/XII/2018/SULTRA/RES BAUBAU pukul 23.10 Wita di kantor Polres Baubau, salah satu Bukti adalah Visum dari Rumah Sakit Umum Murhum Kota Baubau” Kata Majidu saat memberikan keterangan kepada spionnews.com, Rabu (12/12/2018)

Majidu dalam laporanya mengatakan Awal kejadianya pada hari selasa tanggal 11 desember 2018 sekitar pukul 09.30 wita mereka melakukan aksi ujuk rasa namun mendapat intimidasi.

“Kami melakukan  aksi unjuk rasa aliansi gerakan pemuda pasar baru dari titik kumpul di lingkungan pasar baru kelurahan watolo kecamatan mawasangka kabupaten buton tengah untuk mengajak masyarakat agar ikut dalam konvoi dan bergabung dalam gerakan kami, saat itulah datang Tamrin Mau dan Roys serta kawan-kawan yang berjumlah sekitar 20 orang” Paparnya

Setelah itu lanjut Majidu, La Budu lansung menarik mic yang kami gunakan melakukan orasi setelah itu datang La Elu dan Oskar yang memperpanas dan memprovokatori suasana.

“Tamrin Mau sambil merekam video kearah saya sambil mendorong dengan menggunakan tangan sehingga mengenai leher dan bibir bagian bawah, mengalami hal tersebut kami mundur ke titik awal” Ungkap majidu

Majidu juga mengatakan, Saat berkoordinasi dengan teman temannya, Roys lansung melakukan penganiyaaan kepada dengan cara memukul dirinya

“Dengan kepalan tangan pada bagian pipi kiri sehingga saya mengaklami memar dan bengkak akibat kejadian tersebut saya  merasa keberatan, terkait dengan pemukulan yang mengakibatkan memar pada bibir saya bisa dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman  hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan” Jelasnya.

Akibat Tindakan penganiayaan yang di alaminya Majidu merasa trauma mendalam dan merasa demokrasi di buton Tengah terpasung.

“Kami akan terus mempresur hal ini sampai kemeja hijau, agar tindakan penganiayaan tidak terjadi lagi pada para aktifis yg menyampaikan aspirasinya dimuka umum, Kami tidak menginginkan para pelaku pelanggar UU No 9 tahun 1998 terus bertambah dan matinya hukum demokrasi dibuton tengah khususnya di Kecamatan Mawasangka dan berkembang biaknya Fira’un-firaun modern yang otoriter didaerah kita umum. Target kami, adili, tangkap dan pidanakan mereka yang telah melakukan penganiayaan” Tutupnya.

Sementara sebelum berita ini diturunkan, Tamrin Mau dan Roys Membantah pemukulan terhadap Majidu. (Dzabur Al-Butuni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed