oleh

Praktik Di Lapandewa, Mahasiswi Akbid Buton Raya Temukan Banyak Masalah Kesehatan

-PENDIDIKAN-1136 Dilihat
Foto bersama antara Pemerintah Desa Lapandewa dengan mahasiswi anggota praktek klinik kerja (PKK) komunitas akademi kebidanan buton raya di aula SDN 1 Lapandewa usai MMD III Lapandewa (Basri)

BUTON SELATAN, SPIONNEWS.COM – Mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Buton Raya menemukan beragam masalah kesehatan yang dialami masyarakat Desa Lapandewa Kecamatan Lapandewa Buton Selatan Sulawesi Tenggara, selama kegiatan Praktek Klinik Kerja (PKK) Komunitas yang diselenggarakan sejak tanggal 26 November hingga 22 Desember 2018.

Sejumlah permasalahan itu dilaporkan oleh 25 mahasiswi anggota posko kebidanan yang diwakili Indah Astri selaku anggota komunitas yang dipercaya mempresentasekan laporan hasil praktik, yang didampingi koordinator desa komunitas KKP Akbid Buton Raya, Sadria saat menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) III Desa Lapandewa di aula SDN 1 Lapandewa pada Rabu 19 Desember 2018.

Disebutkan, masing-masing persoalan tersebut diantaranya; yakni kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS, Pap Smear (pengambilan sampel di mulut rahim), pemanfaatan posyandu, dan ASI eksklusif. Masalah berikutnya, adalah kurangnya pamahaman masyarakat tentang Keluarga Berencana (KB), serta kurangnya pengetahuan keluarga tentang pentingnya persalinan difasilitas kesehatan.

“Setelah melalui sejumlah proses seperti pendataan, intervensi dan implementasi, serta evaluasi, hingga akhirnya disimpulkan sejumlah permasalahan tersebut di lapangan,” ungkapnya.

Namun demikian, berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan serta tambahan ilmu dari dosen pembimbing, sehingga sejumlah masalah kesehatan yang dialami masyarakat dua dusun di Desa Lapandewa itu akhirnya mengalami perubahan lebih baik, melalui rutin kegiatan penyuluhan tentang berbagai permasalahan yang ada.

“Dari sebelumnya 422 KK yang tidak mengerti HIV/AIDS, kini berkurang menjadi 22 KK setelah kita berikan penyuluhan. Kemudian terdapat 424 KK tidak paham Pap Smear, kini berkurang tinggal 43 KK. Kemudian terdapat 382 KK yang tidak paham ASI Eksklusif, kini hanya 80 KK. Dan terdapat 408 KK tidak paham manfaat Posyandu, kini tinggal 65 KK,” paparnya.

“Kemudian juga terdapat 184 KK yang belum paham KB, setelah penyuluhan kini berkurang tinggal 55 KK. Dan terakhir, terdapat 12 KK yang tidak paham pemeriksaan ANC atau persalinan difasilitas kesehatan kini menjadi 2 KK,” sebutnya lebih lanjut.

Ia pun menambahkan, walau hasil pelaksanaan PKK komuniti yang dilakukan para mahasiswi yang berposko di Rujab Kepala Desa Lapandewa, seperti yang dikemukakan tersebut telah mencapai hasil yang memuaskan. Namun kata dia, ada sejumlah harapan yang mendapat perhatian bersama.

“Harapan kita adalah, petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan menyeluruh. Kemudian meningkatkan perhatian dan peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya masalah kebidanan (KIA/KB). Dan terakhir meningkatkan dan mempertahankan kerja sama disetiap sektor, antara tenaga kesehatan, pemerintah dan masyarakat,” harapnya. (Basri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed