oleh

Peringati HAB Ke 73 ini pesan Wabup Buteng

-BUTENG, HEADLINE-504 views

Wakil Bupati Buteng, La Ntau
Wakil Bupati Buteng, La Ntau

BUTENG, SPIONNEWS.COM – Wakil Bupati Buton Tengah La Ntau pimpin upacara dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-73 di lapangan Madrasah aliyah Negeri 1 Buton Tengah, kecamatan Lakudo, Rabu (3/1/2019)

Dalam sambutanya La Ntau menyampaikan bahwa Berdirinya Kementerian Agama adalah untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat.

“Agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang kian rekat. Dan pada akhirnya agar kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat” Jelasnya mengutip sambutan Menteri Agama Republik indonesia, Lukman Hakim Saifuddin
dalam memperingati Hari Amal Bakti Ke-73.

Kendati negara kita secara formal tidak berdasar agama tertentu, tidak menetapkan suatu agama sebagai agama resmi negara, akan tetapi keterlibatan negara dan Pemerintah menyangkut kehidupan keagamaan merupakan hal nyata dan niscaya, sesuai konstitusi negara.

“Keberhasilan pembangunan kehidupan beragama sangat menentukan hari depan bangsa. Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa” Jelas La Ntau.

La ntau Juga berpesan agar Memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yaitu meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama.

“Meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama” jelasnya.

La Ntau berpesan, Enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Disamping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik.

“Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain” Jelas La Ntau. (Dzabur Al Butuni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed