oleh

18 Rumah Berhasil Dibobol Maling, Warga Lapandewa Resah


BUTON SELATAN, SPIONNEWS.COM – Masyarakat Desa Lapandewa dan Lapandewa Jaya Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara, diresahkan oleh maraknya aksi pencurian disejumlah rumah warga yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Bagaimana tidak, hasil penelusuran media ini, sedikitnya 18 rumah warga di Desa Lapandewa dan Lapandewa Jaya telah dimasuki pencuri.

Berdasarkan pengakuan masing-masing warga yang menjadi korban kemasukan maling dalam rumahnya, tidak sedikit yang kehilangan handphone (HP) android berbagai merek atau barang elektronik lainnya, hingga yang paling disesalkan, sejumlah korban yang kehilangan puluhan juta rupiah dicuri orang tidak dikenal.

Akibatnya, hampir semua masyarakat dua desa itu dihantui rasa takut dan khawatir terus menerus, terlebih jika lampu PLN mengalami pemadaman disaat malam hari.



Salah satu korban, warga Desa Lapandewa Jaya, Wa Samida yang kehilangan uang senilai 5 juta rupiah dan 1 unit HP, mengaku sangat resah dan jengkel dengan kehilangan yang dialaminya beberapa minggu yang lalu.

“Yah sangat jengkel sekali, karna sudah berulang kali rumah kami dimasuki pencuri saat tengah malam,” keluhnya.

Hal yang sama juga diutarakan Husti, warga Desa Lapandewa, yang kehilangan tas yang berisi uang sekira 2,5 juta rupiah dalam rumah dan 1 karung 25 Kg biji jambu mete yang disimpan di teras rumahnya.

“Kejadiannya itu saat mati lampu, sekitar jam 1 malam. Bisanya dia masuk dalam rumah kita tidak tau, kemudian diangkat lagi dengan jambu satu karung,” sebutnya.

Sementara itu, La Budhi, warga Lapandewa Jaya yang telah kehilangan sebesar 25 juta rupiah. Dimana, kata menantunya, Isra, kejadian pencurian itu dilakukan dua kali dengan waktu tenggang beberapa bulan. Namun masing-masing kejadiannya tepat dipagi hari saat rumah ditinggal kosong.

“Kehilangan pertama beberapa bulan lalu sebesar 15 juta, saat mereka ke pasar. Kemudian belum lama ini pas tanggal 8 desember kemarin hilang lagi 10 juta, itu juga saat hari pasar, karna tidak ada juga orang di rumah,” uangkapnya.



Demikian pula warga lainnya, La Rosi, yang mengaku kehilangan uang senilai 6 juta rupiah yang juga terjadi pada siang hari, saat ia dan istri bersama kedua putrinya sedang keluar rumah. Dirinya mengaku sangat shok hingga saat ini, jika mengingat kejadian pada waktu pulang ke rumah dan melihat lemari dalam kamarnya sudah terbuka dengan pakaian berceceran di luar lemari.

“Dicuri semua dengan kaleng tabungannya. Cuman pintarnya tidak ditau lewat di mana pencurinya, karena tidak dilihat adanya pintu atau jendela yang dibongkar. Tapi sehari sebelumnya, saat kita lagi keluar juga, ada yang lihat sekelompok remaja yang berkeliaran di sekitar rumah saya, katanya ada satu orang yang sempat mencoba membuka pintu belakang, tapi karena sudah digertak tetangga akhirnya mereka langsung lari semua,” tuturnya.

Setelah kemalingan, ia sempat berpikiran untuk melaporkannya pada pihak yang berwajib, namun karena tidak adanya bukti sehingga pihaknya memilih diam.

“Mau melapor juga kita tidak punya bukti, jadi, paling kita carikan orang tua untuk bantu doakan, berharap agar pencurinya ada niat untuk mengembalikan uang itu,” harapnya.

Kapolsek Lapandewa, IPTU Natsir melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Lapandewa dan Lapandewa Jaya, Brigadir Rodi Sugarbin mengungkapkan, walau banyak tindak pidana pencurian yang terjadi, tetapi tidak dapat ditindaklanjuti oleh polisi.

Hal ini karena berbagai tindak pidana tersebut tidak dilaporkan dan dibuat dalam bentuk laporan polisi. Olehnya itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar secepatnya melaporkan setiap tindak pidana yang dialami.

“Laporan polisi merupakan salah satu dasar untuk memulai penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara pidana,” jelasnya.

Dikatakannya, laporan yang telah dibuat akan ditindaklanjuti penyidik dengan mengumpulkan barang bukti. Walau memang diakuinya, ada laporan yang begitu lama untuk ditindaklanjuti, dan ada pula laporan yang cepat ditangani. Hal tersebut disebabkan oleh tingkat kesulitan dalam mengumpulkan barang bukti suatu kasus.

“Semakin cepat alat bukti yang ditemukan maka akan semakin cepat proses penyidikan terhadap perkara yang dilaporkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, 18 orang warga dua desa yang menjadi korban kemalingan yang sempat tercatat yakni:
1. La Rosi (Lapandewa), kehilangan uang 6 juta rupiah beberapa bulan yang lalu.
2. La Budhi (Lapandewa Jaya), kehilangan 10 juta rupiah, Sabtu 8 des 2018, dan bulan sebelumnya juga pernah kehilangan 15 juta rupiah.
3. Arman (Lapandewa), kehilangan ayam potong 25 ekor pada pertengahan Oktober 2018.
4. La Redi (Lapandewa Jaya), kehilangan uang jutaan rupiah dalam celengan, pada 10 Desember 2018.
5. La Jahi (Lapandewa), kehilangan uang 6 juta rupiah dan HP android, pada 4 Desember 2018.
6. Wa Aidu (Lapandewa Jaya), kehilangan uang jutaan rupiah dalam celengan, pada Senin 17 Desember 2018.
7. Wa Dewi (Lapandewa), kehilangan HP android merk Samsung J1 pada Jumat 21 Desember 2018.
8. Wa Tiy (Lapandewa Jaya), kehilangan HP android Samsung pada Jumat 21 Desember 2018, dan sebelumnya sempat beberapa kali kemalingan hingga jutaan rupiah.
9. Husti (Lapandewa), kehilangan uang 2,5 juta pada Sabtu 22 Desember 2018.
10. Wa Raji (Lapandewa), kehilangan HP Android Advan pada Sabtu 22 Desember 2018.
11. Puskesmas Lapandewa, kemalingan uang ratusan ribu rupiah dalam laci meja loket apotek pada Sabtu 22 Desember 2018.
12. Wa Line (Desa Lapandewa), kehilangan HP android Samsung, pada Sabtu 22 Desember 2018.
13. Wa Samida (Lapandewa Jaya), kehilangan uang 5 juta rupiah dan HP android, pada Sabtu 22 Desember 2018.
14. La Heti (Lapandewa), kehilangan HP android Samsung.
15. La Ami (Lapandewa), kehilangan uang ratusan ribu rupiah dalam celengan dan perhiasan emas serta Ipad, pada 23 Desember 2018.
16. La Deli (Lapandewa), kehilangan 1 karung 25 kg biji jambu mete.
17. Herdin (Lapandewa), kehilangan ayam potong 15 ekor pada pertengahan Desember 2018.
18. La Duhani (Lapandewa Jaya), kehilangan uang dan perhiasan, ditotal senilai 12 juta rupiah pada Senin 7 Januari 2019.

Dari banyaknya korban pencurian tersebut, hanya 1 orang korban, La Duhani yang memasukan laporan pencurian ke Polsek Lapandewa, akibat memergoki terduga pelaku pencuri yang saat itu baru saja keluar dari rumah korban dengan merusak pintu utama.

Terduga pencuri tersebut, adalah IR (17) yang berstatus pelajar kelas X SMAN 1 Lapandewa, dan merupakan warga Desa Lapandewa Kaindea Kecamatan Lapandewa Buton Selatan.

Hingga berita ini diterbitkan, IR masih diamankan di sel Mapolsek Lapandewa sejak Senin (07/01/2019). Dan usai diringkus, dan dilakukan pengembangan, anggota polsek kemudian melakukan lagi penangkapan terhadap dua orang remaja yang masih duduk di bangku SMP. Dimana, dua orang rekan IR yang juga sama-sama dari Desa Lapandewa Kaindea itu, juga mengaku pernah melakukan aksi pencurian handphone di salah satu rumah warga yang menjadi korban kehilangan.

Amatan media ini, warga dari dua desa Lapandewa dan Lapandewa Jaya yang mengetahui pengakuan pelaku, sempat geger dan langsung berdatangan sekedar ingin melihat terduga pelaku yang diamankan di Mapolsek Lapandewa yang belum lama diresmikan itu. (Basri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed