oleh

Kades Lapandewa Resmikan Jalan Rabat Beton Akses Perkebunan Warga

-BUSEL, SOSBUD-1222 Dilihat

BUTON SELATAN, SPIONNEWS.COM – Kepala Desa (Kades) Lapandewa, Yahya S.Pd, akhirnya meresmikan pembangunan jalan rabat beton yang menjadi akses menuju lahan perkebunan masyarakat Lapandewa Kecamatan Lapandewa Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Peresmian jalan rabat beton Lapalemba-Bante yang berlokasi di Dusun Tambunaloko II tersebut, ditandai dengan penempelan prasasti oleh Kepala Desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan sejumlah perangkat Desa Lapandewa, pada Jumat, 11 Januari 2019.

Kades Yahya kepada SPIONNEWS.COM mengungkapkan, jalan tersebut merupakan program Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 yang dibangun sepanjang 520 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,15 meter. Dengan rincian total penggunaan anggaran senilai Rp. 321.295.000, yang terdiri dari biaya fisik sebanyak Rp. 310.597.000, dan biaya operasional senilai Rp. 10.698.000.

“Pembangunan jalan ini merupakan bentuk realisasi program Dana Desa tahun 2018 yang dikerjakan dalam dua tahap,” ungkapnya saat diwawancara usai penempatan prasasti.

Papan proyek pembangunan jalan rabat beton program DD, yang merupakan akses perkebunan masyarakat Lapandewa.

Dijelaskannya, pembangunan jalan tersebut dilaksanakan agar memudahkan masyarakat setempat yang mayoritas petani, dalam proses pengangkutan hasil pertanian. “Sehingga memudahkan masyarakat yang pergi berkebun. Utamanya saat panen jagung maupun bawang merah, atau hasil kebun lainnya,” tuturnya.

“Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan kesepakatan hasil musyawarah masyarakat pada musyawarah desa (Musdes), dan pelaksanaan pembangunannya pun memperdayakan masyarakat desa,” jelasnya lebih lanjut.

Hal senada juga disampaikan Ketua TPK Desa Lapandewa, La Yadi S.Pd selaku pelaksana proyek pembangunan jalan rabat beton. Menurut dia, kondisi lahan perkebunan warga yang jauh dari permukiman dan belum adanya akses jalan, menjadi salah satu dasar kesepakatan masyarakat mengusulkan pembangunan jalan rabat beton tersebut.

“Sistem rabat beton ini lebih kuat dan tahan lama. Karena itu, masyarakat sepakat mengusulkan DD tahap I dan II dilaksanakan dalam bentuk pembangunan jalan desa menggunakan sistem rabat beton,” pungkasnya. (Basri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed