oleh

Buton Muna Harus Bersatu Demi Masa Depan Buton

-BAUBAU, HEADLINE, SOSBUD-801 Dilihat

BAUBAU – Malam yang tak berbintang memberikan seribu kesunyian, namun tim pecinta Budaya Buton bersama dengan Pimpinan Redaksi spionnews, bersiraturahmi di dalam benteng keraton Buton, tepatnya di rumah salah seorang mantan Bonto Rakea selama 35 tahun. Beliau adalah seorang kakek yang pada tahun ini telah berumur 100 tahun.

Dalam pertemuan itu, Minggu (23/02). Kami bersama orang tua tersebut banyak bercengkrama tentang adat dan budaya Buton yang sekarang ini banyak generasi yang salah menafsirkannya. Salah satu kasus yang saat ini berkembang di media sosial, yaitu perdebatan bahwa Kesultanan Buton menjajah Kerajaan Muna.

Pada kesempatan itu, kakek yang bernama La Marihi mengatakan; “sesungguhnya Buton tidak pernah menjajah Muna, hal itu karena Muna dan Buton merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, seperti tubuh manusia itu sendiri,” tuturnya saat tim pecinta Budaya Buton berada di ruang tamu rumahnya. Rumah kakek La Marihi itu terletak di Jalan La Buke, RT.01. RW.01. Lingkungan Dalam Benteng Karaton
Buton.

Ia pun menjelaskan seharusnya tidak boleh ada generasi Buton dan Muna yang suka menebarkan nilai-nilai kebencian dalam mengubah sejarah Buton dan Muna, sehingga timbulnya rasa saling bersaing antara generasi Buton dan Muna.

“Dalam sejarah Buton menjelaskan Muna adalah bagian dari Kesultanan Buton oleh sebab itu di Muna ada Lakina Muna atau disebut Raja Muna. Dan kaitannya antara Buton dan Muna adalah di Buton ada Kamboru-boru Talopalena atau Susunan Adat Buton. Dan di Muna ada Patahoiro atau Susunan Adat Muna,” ungkap kakek yang memiliki 9 anak dan 35 cucu itu.

Tim yang terdiri dari 9 orang itu, 8 laki-laki dan seorang wanita sangat tenang mendengarkan cerita kakek tersebut.
Dalam kesempatan itu pun, kakek La Marihi mengatakan Generasi Buton dan Muna harusnya bersatu bukannya mencari kelemahan antara keduanya.

Pada kesempatan itu pun Kami diperlihatkan beberapa peninggalan dari Kesultanan Buton diantaranya ada uang jaman Kesultanan Buton, yang pernah melakukan perjanjian Buton dan Belanda ketika melakukan perdagagan rempah-rempah. “Kakek pernah menjadi pejuang dalam menghadapi masa transisi dari presiden pertama ke presiden kedua,” ungkapnya. (Hari, 23)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed