oleh

Haroa Rajab Adat Budaya Buton Dalam Kehidupan

-BAUBAU, HEADLINE, SOSBUD-745 Dilihat

BAUBAU – Bulan di langit telah menunjukan memasuki Bulan Rajab, seperti yang diketahui dari kebanyakan masyarakat Buton pada umumnya bila memasuki Bulan Rajab terutama pada malam jumat, Haroa Rajab selalu diselenggarakan. Pada tahun 2020 ini Bulan Rajab selalu ditunggu karena Adat Buton, untuk tahun ini Rajab malam pertama jatuh pada Kamis (27/02/2020).

Saat ditemui salah satu masyarakat Buton, Ida mengatakan; “Bulan Rajab merupakan salah satu Haroa untuk mengirimkan doa kepada para orang tua kita yang telah berpulang keramahtullah,” ungkap wanita yang telah berusia 43 tahun itu.

Ia menambahkan Haroa ini diharapkan bisa memberikan kebaikkan untuk mereka yang melakukan Haroa ini. Karena Haroa Rajab sama dengan Haroa “Sumangga” dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bentuk acara adat untuk terhindar dari hal- hal buruk yang akan terjadi.

“Haroa Rajab selalu diadakan untuk menghidar dari kejadian buruk yang akan menimpa kita” jelas Ibu Rumah tangga itu.

Ia menambahkan Haroa Rajab ini dibacakan oleh Tokoh Adat atau biasa disebut sebagai “Mouji” dalam bahasa Indonesia disebut perangkat petugas Masjid.

“Untuk Adat Buton Mouji bertugas selain untuk membacakan doa, Mouji juga bertugas sebagai orang tua kampung yang dalam Adat Buton bisa untuk menjelaskan nilai-nilai Budaya Buton, mulai dari tata kramah dalam keluarga, lingkungan, bangsa dan negara,” kata Ida ketika ditemui di rumahnya Jalan Pahlawan, RT.03, RW.05, Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. (Hari23).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed