oleh

Pesan Orang Tua, Di Buton Batu Dan Pasir Bisa Dimakan

-BUSEL, HEADLINE, SOSBUD-625 Dilihat

BUTON SELATAN – Permintaan pasir dan batu kerikil semakin banyak dari hari ke hari, hal ini disebabkan adanya permintaan pembangunan dalam Kabupaten Buton Selatan atau pun luar Kabupaten Buton Selatan. Namun semua pasir dan batu tidak mudah didapat harus melalui pengorbanan yang panjang.

Seorang nenek berusia 70 tahun setiap harinya mengelolah pasir dan batu di wilayah Sampolawa khususnya di daerah Gunung Sejuk. Namun 2 bulan terakhir ini nenek Wa Mea sudah tidak boleh mengelola pasir lagi karena bermasalah dengan orang, tetangga tempat Ia mengelola pasir di pinggiran sungai.

Ketika ditemui Wa Mea mengatakan; “Sekarang saya sudah tidak bisa lagi mengelola pasir di sana,” ungkapnya, Sabtu, (08/3/2020).

Ia menambahkan, dulu waktu kecil neneknya pernah mengatakan bahwa besok-besok, pasir dan batu bisa dimakan.
“Dari pesan itu, saya sekarang bisa makan hasil penjualan pasir dan batu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan; “Namun karena sekarang ada sengketa kesalapahaman dengan orang pemilik tanah tempat saya mendirikan tempat berteduh sambil menampung pasir yang diolah di sungai ,” jelasnya.

Sekarang ini, nenek 5 anak itu sudah berjualan jagung rebus yang ditanamnya 3 bulan lalu.

“Dengan menjaga diri yang baik, alhamdulillah jagung saya hasilnya cukup baik, dan ulatnya tidak sampai masuk di dalam jagung dan sekarang sudah 4 karung 25 kilo, hasilnya itu jagung dengan harga 1 karung 100 ribu,” jelasnya pada tim Redaksi Spionnews. (Hari23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed