oleh

Masyarakat Primitif Di Muna Induk

-HEADLINE-451 Dilihat

Baubau-Sp. Tongkuno Lama merupakan salah satu daerah yang ada di wilayah Kabupaten Muna, tepatnya wilayah bagian timur pulau Muna, dimana masyarakat daerah ini, masih dikatakan masyarakat premitif. Ketika ditemui salah satu orang Muna Sarif One mengatakan “Ada daerah di wilayah Muna Induk, masyarakatnya masih terbilang primitif, hal ini terungkap karena masyarat di daerah Tongkuno Lama itu, tidak memiliki sekolah, sebagai sarana pendidikan” Ungkap bapak 3 anak itu ketika ditemui di rumahnya, di Kanakea. Rabu,(23/12/2020).
Ia menambahkan walaupun tidak memiliki bagunan sekolah disana, namun masyarakatnya terbilang pandai membaca dan menulis, dan kebanyakkan masyarakatnya orang Konawe Asli.
“Berdasarkan tokoh Adat Parabela setempat ketika ditemui, beberapa tahun lalu, menjelaskan bahwa adanya orang Konawe berhubugan erat sejak peristiwanya Raja Buton Ke-6 yaitu dari masa Raja Muhum” ungkapnya santai sambil meminum kopi hangat.
Dulu waktu Raja Murhum berpindah dari Konawe menuju ke Buton, ada dayang – dayang Murhum yang dibawa dari Konawe tidak langsung menuju ke Buton, melaikan Raja Murhum singgah dulu di Pulau Muna, dan disanalah mereka ditinggalkan dan berkehidupan anak cucu sampai hari ini.
Laki-laki yang berusia 50 tahun itu mengungkapkan masyarakatnya berkehidupan bercocok tanam, dan mereka memiliki tabiat ahlak yang baik, hal itu terbukti ketika dia sedang menuju ke Muna dari Baubau dan sempat kehabisan bensin, ada orang dari masyarakat itu, datang dan menolongnya untuk membelikan bensin bagi motornya yang mogok.
Ia menjelaskan bahwa dari sekian masyarakat hari ini, hanya masyarakat Konawe itu, mereka tidak terkontaminasi oleh daerah luar, bahkan tatanan kehidupan mereka terbilang sangat baik.
Dari ulasan singkat pengalaman orang tersebut dapat saya simpulkan bahwa tatanan kehidupan ini, tidak membutuhkan pendidikan tinggi untuk bisa saling membantu, tapi bagaimana kita sesama manusia bisa saling melengkapi satu dengan yang lain agar kehidupan ini menjadi indah dan damai. (Hari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed