oleh

Gelar Kehormatan Adat Dan Budaya

-HEADLINE-495 Dilihat

Baubau-SP. Gelar Adat dalam budaya Buton di zaman masih kesultanan, hanya boleh di berikan kepada orang – orang yang berasal dari Kaumu, dimana mereka mendapatkan gelar apa bila berprilaku baik, dalam lingkungan mau pun dalam berkehidupan secara adat. Ketika ditemui Salah satu Orang tua yang pernah menjabat menjadi Bontona Rakea La Marini Mengatakan “Dalam Adat Buton gelar boleh diberikan kepada para anak dari keturunan Kaumu, yaitu kamboru – borutalupalena, dimana dalam adat Buton mereka di bagi 3, yaitu Tapi-Tapi, Kumbewaha, dan Tanailandu”ungkap kakek yang telah berumur 100 tahun itu.
Ia menambahkan untuk gelar adat biasanya diberikan selain karena keturunan, biasanya juga karena seseorang berprilaku baik, dan mampu memahami tatanan adat Buton dengan baik, serta akan menjabat sebagai salah satu sara adat dalam tatanan Kesultanan Buton, baik dalam rangkaian 72 Kadir atau dalam rangkuman 129 Kerajaan Dunia.
“Gelar adat dulu diberikan dari Siolimbona, namun untuk sekarang ya, tergantung pemerintahannya berkuasa saat ini, hal tersebut untuk menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitarnya atau dalam mengembangkan diri dalam kenaikkan” ungkap laki2 yang telah berambut putih itu.Kamis, 24/12/2020 di rumahnya dalam benteng Keraton. Jl. Sultan Labuke.
Hari ini, di Baruga ada pemberian Gelar Kehormatan Adat dan Budaya Buton kepada Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, SE.M.M. Oleh Sultan Budaya LD Muhammad Izat Manarfa.

Proses pemberian gelar kehormatan pada Aparat Nagara Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, SE.M.M

Proses pemberian gelar kehormatan pada Aparat Nagara Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, SE.M.M

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed