oleh

Mahasiswa Resah Baubau Kurang Nyaman “PO 5 Kurang Optimal”

-BAUBAU-696 Dilihat

Baubau- SN. Sebagai daerah yang sedang berkembang memiliki banyak potensi dan keunggulan. Baubau menjadi Kota Budaya. Dari pembangunan yang dilakukan dalam masa kepemimpinan Walikota Baubau AS. Tamrin, telah menetapkan akan mengedepankan aspek adat dan budaya.

Aktifitas mahasiswa di luar kampus

Ketika ditemui Ketua Komisariat Fa’i UM. Buton Ma’ruf mengatakan “Saat Saya mengikuti seminar beberapa pekan lalu di Kampus UM. Buton dimana Walikota Baubau membawakan Judul Seminar Falsafah PO 5 menjadi salah satu yang membuat Kota Baubau berhasil dalam pembangunan, saya sangat bangga” Ungkapnya
Ma’ruf menambahkan Implementasi PO 5 yakni pomamasiaka yg artinya saling sayang menyayangi, popipiara artinya saling merawat dan mengayomi, Pomamaeaka, artinya rasa malu untuk melakukan perbuatan tercela, Po angka angka taka artinya saling mengangkat martabat saling menghormati, saling menghargai, pobinci binciki kuli artinya saling mencubit kulit berlandaskan filsafat rasa.
“Namun belakang ini ada yang berbeda dan terasa sangat jauh dari tafsir PO 5 yang dimana kondisi Kota Baubau yang rawan konflik tiap tempat dan daerah, konflik horizontal di kalangan pemuda dan masyarakat seperti tawuran antar pemuda, pengeroyokan, pembacokan hingga pembunuhan dan masih banyak lagi” Jelasnya.Sabtu, 30/1/2021.
Sehingga menambah data kriminali kota Baubau Kata Ketua Komisariat IMM Fa’i tersebut, Falsafah PO 5 yang kemudian dijadikan caver di kepemimpinan Walikota Baubau hanya sebagai simbolitas yang tidak mempunyai implementasi di masyarakat Kota Baubau pada umumnya.
“Sehingga hak ini menjadi bahan diskusi di ruang publik mahasiswa yang hendak mencari solusi terbaik agar rasa aman dan nyaman itu dapat hadir di Kota yang kita cintai ini” ujarnya. Mahasiswa semester akhir itu.
Ketua Komisariat IMM Fa’i menambahkan aktivitas mahasiswa secara umum sangat banyak. Bukan hanya ada di dalam kampus, namun ada juga kegiatan di luar kampus sehingga dengan kondisi Kota yang kurang kondusif mengakibatkan aktivitas mahasiswa menjadi berkurang. Seperti kerja tugas, diskusi malam, dan kegiatan malam menjadi tidak nyaman lagiakhirnya banyak menjadi ketakutan di kalangan mahasiswa.
“Harapan saya, semoga PO 5 Bukan saja menjadi falsafah Buton saja, tapi dapat diterapkan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara dalam setiap diri warga Kota Baubau, agar rasa saling percaya ada, tanpa adanya kecurigaan antara satu dengan yang lain” jelasnya.
(Har

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed