oleh

Ritual Virisi Muhammad “Piring Muhammad”

-HEADLINE-1772 Dilihat

Baubau- SN. Acara Spritual dilakukan sebagai bentuk penobatan, tolak bala agar terhindar dari segala penyakit, juga memperbaiki akhlak manusia khususnya bagi kaum wanita agar lebih baik dalam prilaku dan perbuatan setiap harinya.

Masyarakat Adat yang menjaga lingkungan Piring Muhammad

Piring Muhamamd adalah salah satu nama yang diangkat dari asal muasal yang mempunyai arti dan filosofi yang sangat sakral yang tak bisa dijelaskan secara detail kebenarannya pada ruang publik ( Rahasia manusia) bagi yang ingin mengetahui lebih dalam harus bertanya kepada pihak penjaga di areal piring Muhammad. karena punya kode etik khusus untuk dijelaskan secara detailnya;
Sebagaimana arti semestinya sangat berkaitan dengan kaum wanita.

Wartawan Spionnews.com, melakukan wawancara dengan “Alfian yang tinggal dilingkungan Piring Muhammad/Uwe Dete Kelurahan Melai “Selaku yang di tuakan dalam Acara Spritual Piring Muhammad”Apakah Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Acara Spritual?
Alfian menjelaskan, seperti yang terurai dalam rangkaian acara:
1.Potong Ayam Putih
2 Melakukan sirih pinang(telur,sirih, pinang,nasi kuning,rokok dan uang logam yang disimpan dalam satu Piring
3. Membakar kamanyia
4. Baca Doa
5. Membaca Buku Nasehat Buton “Bula Malino”
6. Istrhat
7. Penutup.

Dengan maksud dan tujuan untuk mengenag para leluhur dan jiwa manusia sebagai wujud hidup di alam fana untuk mengingat hidup dan matinya, agar keseharian manusia itu sendiri dapat melakukan perbaikan dari kesalahan yang di buat( tobatan)juga sebagai bentuk keyakinan manusia bahwa kita manusia harus meyakini dan percaya adanya ghaib dan wujud nyata (jasad) karena wujud tanpa ghaib manusia tidak bisa bergerak dalam nyata

1.Memotong Ayam Putih
– Memotong Ayam (simbol) dilakukan agar yang di korbankan suci lahir maupun bathinnya

2.Siri pinang, mengandung makna :
– siri pinang adalah isi dari pada ritual yang dilakukan (kode alam)
– memasang dinding adalah kode Alam?
– talang 5 disimpan empat sudut satu di tengah sebagai pengatur empat sudut alam
Dan arti dari bendera merah putih adalah mempunyai makna sebagai bentuk kedewasaan laki laki dan perempuan.
Diletakkan bendera lima warna (Merah, Putih,hijau, kuning dan Hitam) itu adalah sebagai simbol “Pancasila Lima Dasar Negara.dan Shalat Lima waktu Itulah makna singkat ungkap Alfian,

3.Membakar Kamanyia,mengundang para leluhur kita yang telah wafat untuk hadir menyaksikan acara Spritual yang dilakukan
4.Membaca Doa “Memuji syukur kehadirat Allah SWT
5.Membaca Buah Malino sebagai bentuk kesucian diri bahwa manusia harus mengenal jati diri agar bisa mengenal Tuhannya.
6.istrahat adalah waktu mengkonsumsi makanan yang tersaji
7.Penutup adalah Acara Spritual selesai.

Alfian menjelaskan pula “Bahwa Piring Muhamamd adalah sebuah kali yang berada ditengah-tengah antara benteng Sora Wolio Dan Benteng Keraton, Piring Muhammad mempunyai arti dan filosofi khusus yang tidak bisa dijelaskan dalam situasi saat ini” ucapnya.

Namun, Kata Alfian, keterangan yang dapat di pahami sederhana yaitu bahwa Piring Muhammad, salah satu aliran air, atau kali, terdapat tanda Batu Kramat, yang memiliki Makna bahwa ketika wanita menjelang dewasa, dan selesai di posisi, atau pingitan, maka para orang tua dari anak gadis tersebut mengambil air pada lingkup Piring Muhamamd, Seperti yang terlihat pada batu yang terpasang kain merah dan putih.

“Sebagai pemahaman agama bahwa kaum wanita yang sudah dewasa, akan dimandikan dengan air yang telah diambil dari Piring Muhammad, karena di situ ada mata air, yang murni berdasarkan keterangan orang tua Buton” Tuturnya.

Selanjutnya kata Alfian, bahwa air yang dimandikan melambangkan kesucian bagi wanita, agar wanita gadis yang telah memasuki dewasa, dapat menjaga kesucian contohnya memperbaiki akhlak,tingkah laku, ucapan dan perbuatannya, sehingga mendapatkan pasangan hidup yang baik dan bertanggung jawab.

Wartawan Spionnews’ bertanya, Apakah acara seperti yang dilakukan saat ini tiap tahun?

Alfian menjelaskan, awalnya acara ini kami lakukan hanya bersifat biasa, ketika kami berada (tinggal di lingkungan piring Muhammad/Uwe dete:Air datar) Namun untuk acara Spritual Akbar saat ini baru dilakukan Jumat (05/02/2021) yang berlangsung,juga hal ini terjadi tanpa rencana,akan tetapi terlaksana secara mendadak, akibat petunjuk yang diberikan bersama teman (kelompoknya).

“Sesuai Pelaksanaan Acara Spritual ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan menurut perhitungan waktu para orang tua Buton” ucapnya.

Harapan Alfian, Acara Spritual yang dilakukan saat ini Semoga akan menjadi suatu perhatian Pemerintah untuk tahun-tahun berikutnya agar prosessi pelaksanaanya lebih sakral dan afdal sesuai kaidah adat Buton’ juga Akan terwujud sebagai syarat acara Spritual yang sesungguhnya.

“Salah satunya kegiatan tambahan acara yang dilakukan yaitu “bacaan, Kabhanti, Bula Malino, Namun tingkat kesakralan sangat kuat, dari adat acara Spritual seperti ini, kita hanya mengikuti ritual adat Buton, dan jelas kebenaranya telah terbukti dari zaman dulu,dan kita bertawakal juga agar acara adat ini di terima oleh Allah SWT” Jelasnya.

“Karena kita sebagai manusia hanya bisa melakukannya, untuk meminta dan berdoa, Akan tetapi semuanya tergantung Sang yang maha kuasa penentu segalanya” uncapnya.

Pepatah orang tua menyatakan “Sesungguhnya Adat istiadat dan Agama memiliki satu hal yang tak dapat dipisahkan, Namun berjalan seiring waktu bagaikan ayah/ibu, bumi/langit,dan dunia/akhirat”.

Liputan (Laode Ramadan)

Editor : hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed