oleh

Pemerintah Kurang Tegas “Tindak Para Peracun Di Kali Ambon”

-BAUBAU-405 Dilihat

Baubau-SN. Alam sebagai aspek kehidupan yang menjadi dasar manusia untuk tetap menjalani kehidupan di bumi ini. Ekosistem kehidupan sungai bentuk dari bagian untuk terus dijaga oleh Manusia. Belum lama ini salah satu sungai yang terkenal oleh masyarakat Kota Baubau yaitu Kali Ambon, saat ditemui salah seorang Masyarakat Adat Melai, Sariadi mengatakan; ” Tadi siang saya bertemu dengan seorang pemuda, dan saya bertanya apakah kamu habis potas udang, jawabnya Ia” ungkapnya.
Dia menambahkan setelah pemuda tadi pulang, dirinya, melihat ada udang – udang kecil yang mati di pinggir sungai Ambon.
“Sebagai masyarakat adat Melai, saya merasa kecewa ternyata masih ada masyarakat Baubau, masih tidak mau menjaga, habitat sungai seperti udang dan ikan yang ada di sungai ini” jelasnya.12/2/2021.
Bagaimana udang dan ikan bisa besar, kata Sariadi, kalau masih ada orang yang meracun disungai, bila dilihat aspek adat, dan budaya Buton ternyata sudah tidak diperhatikan lagi.
“Sebagai salah satu pelanggaran hukum yang terjadi, harusnya pemerintah bertindak cepat, terhadap pelaku penebar racun di kali Ambon ini” ujarnya.
Sariadi mengatakan bila adat dan budaya Buton seharusnya menjadi contoh terbaik dalam menjaga alam ini, bila tidak percuma saja, kita menjadi orang Buton tapi tidak tahu adat dan budaya Buton dalan melestarikan sungai kali Ambon ini.
“Sungguh sangat disayangkan bila udang yang ada tidak bisa dijaga, dan pelaku terus dibiarkan, ditambah pemerintah tidak mengeluarkan aturan dalam menjaga ekosistem sungai yang ada di Kota Baubau ini” jelasnya. (hari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed