oleh

Tomi – Tomi VS Garuda

-BUTON-270 Dilihat

P R E S S C O N F E R E N C E

TIM ADVOKAT Sdr. GANIRUDIN Tentang LAPORAN BALIK Terhadap LELAKI SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH Di POLRES BUTON

Equality Before The Law…!

Hak Pencari Keadilan dinegeri ini (NKRI) telah dijamin oleh Konstitusi. Sebagaimana telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28D Ayat (1) bahwa : “Setiap Orang Berhak Atas Pengakuan, Jaminan, Perlindungan dan Kepastian Hukum Yang Adil Serta Perlakuan Yang Sama Di Hadapan Hukum”, sebagai wujud terlaksananya Hukum Sebagai Panglima. Oleh karena itu, dalam supremasi hukum telah ditentukan oleh Undang-Undang pihak-pihak yang diamanahi untuk menegakkannya adalah Hakim, Jaksa (Penuntut Umum), Polisi (Penyidik) dan Penasihat Hukum (Advokat). Lebih lanjut khusus Penasihat Hukum diatur dan ditegaskan kembali eksistensinya sebagai Penegak Hukum dalam Undang-Unang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, Pasal 5 Ayat (1) “Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan”. Maka kedudukan Advokat adalah sama atau sederajat dengan aparat penegak hukum lainnya (Polisi, Jaksa dan Hakim). Dimana salah satu tugas Officium Nobile Advokat adalah Menbela Kepentingan Hukum Pencari Keadilan (Klien).

Bermula dari unggahan akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh milik Sdr. Ganirudin pada hari Rabu tanggal 9 bulan Desember tahun 2020, sekira antara pukul 21.00 Wita, bertempat di Lingkungan Lamandaya, Kelurahan Pasarwajo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, atau setidak-tidaknya diwilayah hukum Polres Buton, yang mana pada pokoknya memuat konten sebagai berikut :

Gerbang timur jebol,
Gerbang Utara juga sudah jebol,
Gerbang tengah dan selatan juga katanya tinggal tunggu waktu akan jebol (emoji tertawa)
Maaf komando, di sana boleh jebol, tapi ingat kami di gerbang utama (induk) akan berontak.
Kami akan melawan orang“ yg telah berbuat dzolim. Dzolim kepada wanita yg telah mendukungnya, mencampakkan wanita yg telah menemaninya dalam kesusahan. Engkau komando munafik, demi kerakusanmu kau buat daerah kami yg kaya mengemis dana pinjaman se akan akan membutuhkan uluran tangan.
Semua itu palsu pinjaman hanya untuk memuaskan nafsumu saja dan membebani rakyat jelata.

#KISAH KOMANDO YG SERAKAH
#KSATRIA MELAWAN FIRAUN

Sebagaimana tampak pada gambar screenshot dibawah ini:

Terhadap unggahan akun Facebook Wahyu Bin Saleh (Sdr. Ganirudin) tersebut diatas, mendapat respon dan tanggapan berbeda-beda hal ini terkonfirmasi dalam kolom komentar.
seperti Akun Facebook atas nama ‘Abdullah Abu’ :

“Ini baru namanya sama sama pejuang dmn yg tepat harus bangkit demi majunya daerah kita,,, bukan seperti power ranger yg sellu berubh ubah wujud”.

Ada pula salah satunya komentar atau tanggapan yang mengandung unsur ‘Ancaman’ yang ditujukan kepada Akun Facebook Wahyu Bin Saleh, yakni Aku Facebook ‘Acho Ichalo’ :

“Wahyu Bin Saleh sy hanya ingatkan dinda hti” dgn statusmu ini (emoji tepuk tangan)”

Reaksi atas unggahan Akun Facebook Wahyu Bun Saleh tersebut tidak berhenti cukup didalam komentar Media Sosial Facebook namun berlanjut melalui Media Sosial WhatsApp, yang diduga mengandung unsur ‘Ancaman’ kepada Sdr. Ganirudin, sebagaimana berikut :

Sekira pada tanggal 12 Desember 2020, Pukul 18. 40 Wita, ‘Aco Icalo’ atau Pemilik Akun Facebook ‘Acho Ichalo’, mengirimkan pesan singkat melalui Media Sosial WhatsApp kepada Sdr. Ganirudin, yang berbunyi :

“Dinda,,,,, (Emoji) Klu bisa kita turun klarifikasimi statusx kita kemarin itu,,pa umar sudah mengamukmi artix kita minta maaf sj sama beliau spy masalh ini tdk panjang,,,,kan dari kemarin sy sampaikan ke kita”

“Klu bisa kita selesaikan dinda jgn spy masalh ini tdk panjang dan pada akhirx masalah yg ko dapat,,,,sy Cuma bisa kasih masukan ini dinda,,,karena pak UMAR tlpn sy klu bisa ini siang sampai dgn malam sebentar beliau tunggu”

“Sy Cuma kasih saran kalau bisa jgn kita terlalu kasih lihat mukax kita,,kita pake masker krn banyak yg cari kita dinda,,,sy sampaikan krn sy anggap kita adik jg (Emoji)”

“Tidak bisa sy sampaikan itu ke beliau krn itu urusan pribadimu dgn Ia superman,,,dia lgi marah ko bikin masalah baru lagi (Emoji) ”

Kemudian pada tangal 12 dan tanggal 21 Desember 2020, Sdr. Ganirudin melalui Media Sosial WhatsApp mengirimkan Pesan kepada UMAR SAMIUN, berbunyi sebagai berikut :
“Assalamualaikum kanda, saya Wahyu bin Saleh mau klarifikasi terkait status yg cukup firal kemarin kanda, saya pribadi mengucapkan permohonan maaf yg sebesar-besarnya dan tidak ada maksud sedikitpun untuk menyakiti hati kakanda dan tujuannya bukan untuk kakanda”

Namun, jauh panggang dari api. Berharap maaf diterima justru berakhir di Polres Buton. Pada tanggal 14 Desember 2020, Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH melaui Kuasa Hukumnya Melaporkan Sdr. Ganirudin di Polres Buton, dengan Dugaan tidak pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook. Berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 164 / XII / 2020 / Reskrim, tanggal 16 Desember 2020, Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Buton sedang melakukan penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook yang dilaporkan oleh Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH. Kemudian, pada tanggal 15 Februari 2021 Sdr. Ganirurudin mendapatkan Surat Panggilan dari Resesre Kriminal Khusus Polres Buton untuk dimintai Keterangan terhadap Laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, yang dijadwalkan pada hari Rabu, 17 Februari 2021 di Polres Buton.

Terhadap surat panggilan yang dialamatkan kepadanya tersebut, Sdr. Ganirudin menyampaikan perihal itu dan meminta kepada Kami (Adv. Apri Awo. SH.CIL dan Adv. Ihsan. SH) selaku Pengacara/Advokat pada Kantor Hukum APRI AWO & ASSOCIATES, untuk mendampingi dan membela kepentingan hukumnya sebagai Warga Negara Indonesia yang mana Memiliki Hak Yang Sama Dimata Hukum (Equality Before The Law).

Pemeriksaan Klarifikasi dan Laporan Balik di Polres Buton

Bahwa, Berdasarkan Surat Kuasa Nomor : 013/SK-ADV/A.A/II/2021, pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2021, sekira pukul 14.30 Wita, Sdr. Ganirudin didampingi Tim Advokat dan bersama Rekan-rekannya (PICA KEPTON) menyambangi Polres Buton untuk memenuhi perintah hukum perihal memberikan keterangan terhadap laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, tertanggal 14 Desember 2020. Sehingga kemudian, dipastikan bahwa benar adaanya sebab postingan / unggahan Akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh sebagaima tersebut diatas yang menjadi dasar Laporan Sesepuh Masyarakat Adat Kondowa tersebut yang dialamatkan kepada Generasi Muda Masyarakat Adat Kondowa yang pula notabene sebagai Ketua Panitia Pesta Adat Masyarakat Kondowa ketika Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH dinobatkan sebagai Sesepuh Masyarakat Adat Kondowa, pada tanggal 28 Desember tahun 2020, dimana dua pekan sebelumya (14 Desember 2020) telah dilaporkan oleh sesepuhnya tersebut di Plres Buton.

Bahwa, Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, Tim Advokat Sdr. Ganirudin, pada saat itu pula 17 Februari 2021, sekira pukul 17.00 Wita langsung melayangkan Laporan Balik kepada Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, di Polres Buton. Adapun hal-hal yang menjadi dasar laporan balik dilakukan, antara lain sebagai berikut :
1. Bahwa jika jeli dalam membaca postingan akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh tersebut diatas tidaklah ditemukan Subjek Hukum atas nama Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun ataupun nama lainnya yang sekiranya terkonfirmasi sebagai nama panggilan atau alias dari Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun.SH, kecuali subjek hukum Firaun terdapat dalam postingan tersebut.
2. Bahwa kendatipun tidak tercantum nama subjek hukum Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH dalam unggahan Akun Facebook Wahyu Bin Saleh tersebut ditas, namun Sdr. Ganirudin telah mendapati ancaman bertubi-tubi melaui media sosial Facebook atas nama akun Acho Ichalo dan WhatsApp atas nama Acho Icalo yang pada pokoknya menerangkan bahwa Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH merasa marah terhadap unggahan akun Facebook Wahyu Bin Saleh sehingga Sdr. Ganirudin disuruh berhati-hati karena banyak yang orang yang mencarinya, jika keluar rumah harus pake masker dan harus meminta maaf kepada Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun.
3. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan keterangan Sdr. Ganirudin, terkonfirmasi melalui penyidik pemeriksa keterangan bahwasanya kendati tidak ada nama subjek hukum Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, dalam postingan Akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh tersebut diatas namun penggalan kata-kata “Gerbang Timur Jebol, Gerbang Utara Juga Jebol, Gerbang Tengah dan Selatan Juga Jebol” diklaim oleh Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, dengan dalil bahwa pernah pula redaksi / penggalan kata-kata tersebut di unggah olehnya di Media Sosial Akun Facebook atas nama Soma Paman pada tanggal 9 dimana hari yang sama ketika Akun Facebook Wahyu Bin Saleh mengunggah status tersebut diatas yang akhirnya berujung laporan di Polres Buton.
4. Bahwa terhadap dalil Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH tersebut, Tim Advokat Sdr. Ganirudin memastikan perihal unggahan dimaksud melalui Akun Facebook Soma Paman pada tanggal 9 Desember 2020 dan alhasil tidak pernah ada postingan demikian sebagaimana di dalilkan tersebut. Namum, Penyidik menjelaskan bahwa postingan tersebut telah dihapus namun anehnya Screenshoot unggahan Akun Facebook Soma Paman telah berbentuk dokumen print out dan dijadikan oleh penyidik sebagai pembanding terhadap unggahan Akun Facebook Wahyu Bin Saleh ketika Sdr. Ganirudin diperiksa perihal laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH 14 Desember 2020.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Sdr. Ganirudin melaului Kuasa Hukumnya (Tim Advokat) dan berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 013/PID/SK-ADV/A.A/II/2021, tertanggal 15 Februari 2021, selanjutnya disebut sebagai PELAPOR, Melaporkan yang tersebut namanya dibawah ini :

1. Berdasarkan uraian percakapan melalui Media Sosial Facebook dan WhasApp tersebut diatas, PELAPOR Merasa Terancam Kehidupannya sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH dan Lelaki ACO ICALO secara Bersama-sama dengan “Dugaan Tindak Pidana Pengancaman Melalui Media Sosial WhatsApp dan Facebook (Pasal 45B UU No. 19/2016 Tentang ITE dengan Anacaman 4 Tahun Penjara dan atau Denda Paling Banyak Rp.750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta) jo. Pasal 368 KUHP dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama Sembilan Tahun);
2. Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur keterangan palsu, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 242 KUHP Tentang Keterangan Palsu, dengan Ancaman Pidana Penjara paling lama Tujuh Tahun;

3. Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Tuduhan Secara Memfitnah, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 220 KUHP Tentang Tuduhan Secara Memfitnah, Dengan Pidanan Penjara Satu Tahun Empat Bulan;

4. Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Pengaduan Fitnah, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 317 KUHP Tentang Pengaduan Fitnah, Ancaman Pidana Penjara Paling Lama Empat Tahun;

5. Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Penginaan/Pencemaran Nama Baik, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Penghinaan/ Pencemaran Nama Baik Melalui Surat (Pasal 310 Ayat 2 KUHP), dengan Pidana Penjara Satu Tahun Empat Bulan;

Solus Populi Suprema Lex Esto…!!!
Oleh karena itu, Laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH melalui Kuasa Hukumnya tertanggal 14 Desember 2020, hanya berselang 2 (dua) hari telah ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 164 / XII / 2020 / Reskrim, tanggal 16 Desember 2020 melalui Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Buton. Namun lain cerita dengan Laporan Sdr. Ganirudin melalui Tim Advokatnya, hingga kini (3×24 Jam) Hak Pelapor untuk mendapatkan secarik Kertas Surat Tanda Penerimaan Laporan atau Pengaduan (STPL/P), yang merupakan Hak Pelapor dan Wajib Hukumnya diberikan kepada Pelapor atau Pengadu sebagaimana Ketentuan Pasal 108 Ayat (6) KUHAP, tak kunjung ada beritanya.

Sehingga, melalui Press Cofference Kami Meminta dan Warning, Kepada :
1. Yth. Kepala Kepolisian Resort Buton, Bapak AKBP. GUNARKO, S.IK. M.Si, selaku penanggungjawab Pro Justusia di Wilayah Hukum Polres Buton untuk segera menindaklanjuti Laporan Sdr. Ganirudin menurut ketentuan Undang-Undang dan tanpa membedakan Status Sosial dan Kepetingan setiap Warga Negara sebagai Pencari Keadilan di Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga Equality Before The Law bukan sekedar Retorika Penegak Hukum;
2. Yth. Sesepuh Masyarakat Adat Kondowa, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, selaku Pelapor terhadap Sdr. Ganirudin yang pula notabene sebagai Generasi Muda Kondowa, untuk segera Meminta Maaf Kepada Sdr. Ganirudin sekurang-kurangnya 1×24 Jam.
3. Yth. Ketua Umum Karang Taruna Nasional dan sebagai Anggota DPR RI (557) Komisi III Fraksi Demokrat, DR. DIDIK MUKRIANTO. SH. MH, untuk mengawal kasus yang menimpa Sdr. Ganirudin yang mana pula sebagai Anggota Karang Taruna Kabupaten Buton. Sebagaimana, sebelumnya telah memberikan perhatian khusus kepada Kasus Tewasnya Herman di Balikpapan diduga Karena Penyiksaan, Kini anggota anggotamu (Sdr/ Ganirudin) sedang berjuang mencari Keadilan di Tanah Berkah Buton-Sulawesi Tenggara;
4. Jika Permitaan dan Warning tersebut diatas tidak ditindaklanjuti maka dalam waktu 2×24 Jam Pula Kami akan Meneruskan Laporan Sdr. Ganirudin di Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) bahkan hingga Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Demikian Press Conference ini Kami sampaikan, untuk menjadi maklum.

Quis Custodiet Ipsos Custodes…!!!

Buton 20 Februari 2021

Hormat Kami,
‘APRI AWO & ASSOCIATES’ LAW OFFICE
TIM ADVOKAT

ADV. APRI AWO. SH. CIL ADV. IHSAN. SH Advokat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed