oleh

Lomba Mewarnai, di Taman Baca KenepuluBula

-HEADLINE-579 Dilihat

Situasi Lomba Mewarnai di Taman Baca KenepuBula[/caption]
” align=”alignnone” width=”1040″] Penyerahan hadiah Dilakukan Oleh Pimpinan Redaksi Spionnews.com kepada Juara Lomba Mewarnai Di Taman Baca KenepuBula[/caption]

Baubau, Spionnews.com- Lawa Bariya (Gerbang Bariya), Jalur menuju selatan 50 meter dari luar Benteng Keraton Buton. Salah satu situs Sejarah Buton yang selama ini, tidak terjamah oleh, pemerintah Kota Baubau, dalam mengembangkan potensi, wisata spiritual, dan wisata edukasi di Daerah tersebut yaitu Taman Pendidikan Kenepulu Bula. Berada pada lingkungan Bariya, Kelurahan Ba’adiah, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam areal taman belajar ini, terdapat Makam Sultan Muhammad Umar ( Sagita Yi Barita). 1886 – 1904 sebelah selatan ada Makam Sultan Muhammad Husain, 1914. Makam Kapitalau La Ode Muhammad Kubra, ( Kapitalau To Bombonawulu).

Situasi perlombaan mewarnai

Saat ditemui Umi Nisa Seorang Guru pembina dari taman baca KenepuluBula (H. Abdul Ganiu), Mengatakan “Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk membina anak-anak di lingkungan Kenepulu Bula, yang terkenak dampak, Covid – 19, untuk memberikan semangat dalam belajar, maka kegiatan mewarnai dilakukan untuk mengisi waktu di ruang Pendidikan Kenepulu Bula, yang Zaman dulu dijadikan tempat pendidikan, para calon Sultan, sekaligus melihat sisi dari para generasi pemimpin Buton Kedepan oleh Para Sara Buton yang di sebut Siolimbona” jelasnya. Sabtu, 6/3/2021.

Selain menggambar, Kata Umi, menambahkan Hasil dari gambar tersebut, akan diceritakan oleh anak-anak, tersebut.
“Di tahun 2016, tempat ini, jarang di pakai oleh masyarakat daerah sekitar, nanti setelah, kami membuka taman baca, baru tempat ini buka kembali, sebagai areal edukasi bagi anak-anak lingkungan sekitar” jelasnya.

Kegiatan menggambar ini, Ungkap Umi dalam diskusi ringan di masa kegiatan berlangsung, anak – anak dalam lingkungan ini rata – rata memiliki ekonomi keluarga yang serba kekurangan, dari 20 peserta menggambar, anak-anak ini berada pada sekolah kelas 1 sampai kelas 6 SD. Di Sekolah SD Negeri 1 Keraton.

“Di lingkungan ini, anak-anaknya terbilang sangat sopan, hal ini terlihat dari tata bahasa dalam bermain sesama sejawat, tidak menggunakan bahasa yang buruk” ungkapnya.

Dari hasil lomba menggambar ini, kata Umi, lanjutnya. anak-anak di beri hadiah, kreteria pemenang dilihat dari hasil goresan searah. Dan semua anak-anak mendapatkan hadiah, untuk menyenangkan hati anak-anak tersebut.

Liputan Khusus : Hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed