oleh

Peta Pendidikan Indonesia “Disinyalir Pendidikan Agama Akan Hilang”

“KEMENDIKBUD, “JANGAN MAIN-MAIN” DENGAN PETA JALAN PENDIDIKAN”

SPNews.com, Baubau- Pendidikan merupakan bagaian terpenting dalam mendedikasikan diri dalam mengembangkan generasi di masa depan. Apa lagi pendidikan Agama, menjadi tolak ukur utama dalam menjadikan generasi bangsa Indonesia berahlak dalam berkepribadian.

Belum lama ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengeluarkan pendidikan agama dalam jalur peta Pendidikan Indonesia, hal ini menjadikan polemik di masyarakat, terutama di kalangan Mahasiswa, Salah Satu Lembaga Mahasiswa di Bawah Naungan Muhammadiyah angakat bicara tentang hal tersebut.

Ketua Umum IMM Cabang Kota Baubau

Saat Ditemui di Sekretariat DPC IMM Kota Baubau, Ketua PC IMM Kota Baubau melalui Ketua Bidang MEDKOM IMM Baubau, Darman Bugis Gowa Mengatakan “Falsafah Pendidikan Indonesia tidak Terlepas dari nilai Fundamental Agama.

Kalaulah landasan berbangsa & bernegara adalah Pancasila & UUD 1945, maka sudah sepatutnya seluruh instrumen yang berkaitan dengan kebijakan berbangsa & bernegara harus didasarkan pada landasan tersebut. Tidak terkecuali Peta Jalan Pendidikan Indonesia. Sebab, Pancasila & UUD 1945 termuat frasa Agama atau terkandung nilai fundamental Agama didalamnya” Ungkapnya. Rabu, 10/3/2021.

Hilangnya Frasa Agama, Kata Darman, Lanjutnya, pada Peta Jalan Pendidikan Indonesia dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap Agama.

“Kami menilai jangan-jangan pemerintah dalam hal ini, KEMENDIKBUD abai terhadap Agama, sehingga tidak termuat pada peta jalan pendidikan” Tutur Mahasiswa Semester Akhir Prodi PAI UM Buton itu.

Darman menambahkam, Kami akan tetap mengawal & mendukung penuh apa yang disampaikan oleh Ayahanda Ketua Umum PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu tentang hilangnya “Frasa Agama” pada Peta Jalan Pendidikan. Sambung Ketua Bidang MEDKOM IMM Baubau.

Ketua Komisariat FAI IMM. UM. Buton

“Mendikbud atau siapapun yang diberi amanah untuk merumuskan Peta Jalan Pendidikan tersebut agar senantiasa jangan “bermain-main” & senantiasa berhati-hati dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan masa pendidikan di Indonesia” tegas Darman.

Dirinya juga berharap agar Kemendikbud meninjau kembali & tidak melupakan “Frasa Agama” dalam penyusunan kebijakan Pendidikan. Sejatinya, menganggap secara serius apa yang disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah sebagai masukan & kritik yang konstruktif dalam membangun Pendidikan Indonesia yang berkemajuan.

liputan khusus : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed