oleh

Polres Buton Siap Mediasi Mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun dan Ganurudin Terkait UU ITE

-HEADLINE, HUKRIM-1072 Dilihat
ADV. Ihsan, SH (Tim Advokat Ganirudin)

“TIM ADVOKAT Sdr. GANIRUDIN Tentang POLISI UPAYAKAN MEDIASI Terhadap
KASUS ITE LELAKI SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH Di POLRES BUTON”

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal LISTYO SIGIT PRABOWO, telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada hari Jum’at tertanggal 19 Februari 2021, bernomor SE/2/11/2021, Tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat dan Produktif. SE tersebut menjadi pedoman Kepolisian dalam menangani kasus terkait Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Dalam SE tersebut, Kapolri mempertimbangkan perkembangan situasi nasional terkait penerapan Undang-Undang ITE yang dinilai kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital. Sehingga, dalam rangka penegakkan hukum yang berkeadilan, Polri diminta senantiasa mengedepankan edukasi dan langkah persuasif sehingga dapat menghindari dugaan kriminalisasi terhadap orang yang dilaporkan serta dapat menjamin ruang digital agar tetap bersih, sehat, beretika dan produktif.

Atas dasar itu, penyidik Polri pun diminta memedomani hal-hal berikut :

a. Mengikuti perkembangan pemanfaatan ruang digital yang terus berkembang dengan segala macam persoalannya;

b. Memahami budaya beretika yang terjadi di ruang digital dengan menginventarisir berbagai permasalahan dan dampak yang terjadi di masyarakat;

c. Mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert yang bertujuan untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari potensi tindak pidana siber;

d. Dalam menerima laporan dari masyarakat, penyidik harus dapat dengan tegas membedakan antara kritik, masukan, hoaks dan pencemaran nama baik yang dapat dipidana untuk selanjutnya menentukan langkah yang akan diambil;

e. Sejak penerimaan laporan, agar penyidik berkomunikasi dengan para pihak terutama korban (tidak diwakilkan) dan memfasilitasi serta memberi ruang seluas-luasnya kepada para pihak yang bersengketa untuk melaksanakan mediasi;

f. Melakukan kajian dan gelar perkara secara komprehensif terhadap perkara yang ditangani dengan melibatkan Bareskrim/Dittipidsiber (dapat melalui zoom meeting) dan mengambil keputusan secara kolektif kolegial berdasarkan fakta dan data yang ada;

g. Penyidik berprinsip bahwa hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakkan hukum (ultimatum remidium) dan mengedeoankan restorative justice dalam penyelesaian perkara;

h. Terhadap para pihak dan/atau korban yang akan mengambil langkah damai agar menjadi bagian prioritas penyidik untuk dilaksanakan restorative justice terkecuali perkara yang berpotensi memecah belah, SARA, Radikalisme dan Separatisme;

i. Korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan dan sebelum berkas diajukan ke JPU agar diberikan ruang untuk mediasi kembali.

j. Penyidik agar berkoordinasi dengan JPU dalam pelaksanaannya, termasuk memberikan saran dalam hal pelaksanaan mediasi pada tingkat penuntutan; dan
k. Agar dilakukan pengawasan secara berjenjang terhadap setiap langkah penyidikan yang diambil dan memberikan reward serta punishment atas penilaian pimpinan secara berkelanjutan.

Quis Custodiet Ipsos Custodes…!!!

Terhadap upaya mediasi yang akan dilakukan oleh Pihak Polres Buton antara Mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun dan Sdr. Ganirudin, Kami (ADV. APRI AWO. SH.CIL & ADV. IHSAN. SH) selaku Tim Advokat yang mendampingi dan membela kepentingan hukum Sdr.

Ganirudin sebagai Warga Negara Indonesia yang Memiliki Hak Yang Sama Dimata Hukum (Equality Before The Law), menyampaikan hal-hal beikut :

1. Bahwa Pada tanggal 14 Desember 2020, Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH melaui Kuasa Hukumnya Melaporkan Sdr. Ganirudin di Polres Buton, dengan Dugaan tidak pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook. Berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 164 / XII / 2020 / Reskrim, tanggal 16 Desember 2020, Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Buton sedang melakukan penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook yang dilaporkan oleh Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH. Kemudian, pada tanggal 15 Februari 2021 Sdr. Ganirurudin mendapatkan Surat Panggilan dari Resesre Kriminal Khusus Polres Buton untuk dimintai Keterangan terhadap Laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, yang dijadwalkan pada hari Rabu, 17 Februari 2021 di Polres Buton;

2. Bahwa, Berdasarkan Surat Kuasa Nomor : 013/SK-ADV/A.A/II/2021, pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2021, sekira pukul 14.30 Wita, Sdr. Ganirudin didampingi Tim Advokat dan bersama Rekan-rekannya (PICA KEPTON) menyambangi Polres Buton untuk memenuhi perintah hukum perihal memberikan keterangan terhadap laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, tertanggal 14 Desember 2020. Sehingga kemudian, dipastikan bahwa benar adaanya sebab postingan / unggahan Akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh sebagaima tersebut diatas yang menjadi dasar Laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun.

3. Bahwa, Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut, Tim Advokat Sdr. Ganirudin, pada saat itu pula 17 Februari 2021, sekira pukul 17.00 Wita langsung melayangkan Laporan Balik kepada Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, di Polres Buton.

3.1.Adapun hal-hal yang menjadi dasar laporan balik dilakukan, antara lain sebagai berikut :

3.1.1 Bahwa jika jeli dalam membaca postingan akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh tersebut diatas tidaklah ditemukan Subjek Hukum atas nama Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun ataupun nama lainnya yang sekiranya terkonfirmasi sebagai nama panggilan atau alias dari Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun.SH, kecuali subjek hukum Fir’aun terdapat dalam postingan tersebut;

3.1.2 Bahwa kendatipun tidak tercantum nama subjek hukum Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH dalam unggahan Akun Facebook Wahyu Bin Saleh tersebut, namun Sdr. Ganirudin telah mendapati ancaman bertubi-tubi melaui media sosial Facebook atas nama akun Acho Ichalo dan WhatsApp atas nama Acho Icalo yang pada pokoknya menerangkan bahwa Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH merasa marah terhadap unggahan akun Facebook Wahyu Bin Saleh sehingga Sdr. Ganirudin disuruh berhati-hati karena banyak yang orang yang mencarinya, jika keluar rumah harus pake masker dan harus meminta maaf kepada Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun;

3.1.3 Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan keterangan Sdr. Ganirudin, terkonfirmasi melalui penyidik pemeriksa keterangan bahwasanya kendati tidak ada nama subjek hukum Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, dalam postingan Akun Facebook atas nama Wahyu Bin Saleh tersebut diatas namun penggalan kata-kata “Gerbang Timur Jebol, Gerbang Utara Juga Jebol, Gerbang Tengah dan Selatan Juga Jebol” diklaim oleh Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, dengan dalil bahwa pernah pula redaksi / penggalan kata-kata tersebut di unggah olehnya di Media Sosial Akun Facebook atas nama Soma Paman pada tanggal 9 dimana hari yang sama ketika Akun Facebook Wahyu Bin Saleh mengunggah status tersebut diatas yang akhirnya berujung laporan di Polres Buton;

3.1.4 Bahwa terhadap dalil Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH tersebut, Tim Advokat Sdr. Ganirudin memastikan perihal unggahan dimaksud melalui Akun Facebook Soma Paman pada tanggal 9 Desember 2020 dan alhasil tidak pernah ada postingan demikian sebagaimana di dalilkan tersebut. Namum, Penyidik menjelaskan bahwa postingan tersebut telah dihapus namun anehnya Screenshoot unggahan Akun Facebook Soma Paman telah berbentuk dokumen print out dan dijadikan oleh penyidik sebagai pembanding terhadap unggahan Akun Facebook Wahyu Bin Saleh ketika Sdr. Ganirudin diperiksa perihal laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH, tenggal 14 Desember 2020.

3.2. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Sdr. Ganirudin melalui Kuasa Hukumnya (Tim Advokat) dan berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 013/PID/SK-ADV/A.A/II/2021, tertanggal 15 Februari 2021, selanjutnya disebut sebagai PELAPOR, Melaporkan yang tersebut namanya dibawah ini :

3.2.1 Berdasarkan uraian percakapan melalui Media Sosial Facebook dan WhasApp tersebut diatas, PELAPOR Merasa Terancam Kehidupannya sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH dan Lelaki ACO ICALO secara Bersama-sama dengan “Dugaan Tindak Pidana Pengancaman Melalui Media Sosial WhatsApp dan Facebook (Pasal 45B UU No. 19/2016 Tentang ITE dengan Anacaman 4 Tahun Penjara dan atau Denda Paling Banyak Rp.750.000.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta) jo. Pasal 368 KUHP dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Lama Sembilan Tahun);

3.2.2 Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur keterangan palsu, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 242 KUHP Tentang Keterangan Palsu, dengan Ancaman Pidana Penjara paling lama Tujuh Tahun;

3.2.3 Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Tuduhan Secara Memfitnah, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 220 KUHP Tentang Tuduhan Secara Memfitnah, Dengan Pidanan Penjara Satu Tahun Empat Bulan;

3.2.4 Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Pengaduan Fitnah, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Sebagaimana Dimaksud Pada Pasal 317 KUHP Tentang Pengaduan Fitnah, Ancaman Pidana Penjara Paling Lama Empat Tahun;

3.2.5 Berdasarkan uraian tersebut diatas, Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH telah melaporkan PELAPOR pada Tanggal 14 Desember 2020. Dengan demikian PELAPOR menduga kuat Laporan tersebut mengandung unsur Penginaan/Pencemaran Nama Baik, sehingga Melaporkan Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN. SH, dengan “Dugaan Tindak Pidana Penghinaan/ Pencemaran Nama Baik Melalui Surat (Pasal 310 Ayat 2 KUHP), dengan Pidana Penjara Satu Tahun Empat Bulan;

4. Bahwa Laporan Lelaki Samsu Umar Abdul Samiun. SH melalui Kuasa Hukumnya tertanggal 14 Desember 2020, tentang dugaan tidak pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial Facebook, telah ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 164 / XII / 2020 / Reskrim, tanggal 16 Desember 2020 melalui Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Buton;

5. Bahwa Laporan Sdr. Ganirudin melalui Tim Advokatnya, tertanggal 17 Februari 2021, tentang Dugaan Tindak Pidana Keterangan Palsu, Dugaan Tindak Pidana Tuduhan Secara Memfitnah, serta Pengaduan Fitnah dan Dugaan Tindak Pidana Penghinaan / Pencemaran Nama Baik, telah ditindaklanjuti melalui Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 27 / II / 2021 / Reskrim, tanggal 19 Februari 2021 melalui Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Buton;

Solus Populi Suprema Lex Esto…!!!

Sehingga, melalui Press Cofference Kami Menyampaikan Tanggapan, sebagai berikut :
1.Yth. Kepala Kepolisian Resort Buton, Bapak AKBP. GUNARKO, S.IK. M.Si, selaku penanggungjawab Pro Justusia di Wilayah Hukum Polres Buton, Apresiasi setinggi-tingginya atas;
– Pertama, Kepastian hukum klien kami (Sdr. Ganirudin) yang telah atau sedang dilakukannya penyelidikan atas laporan tertanggal 17 Februari 2021 sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 27 / II / 2021 / Reskrim, tanggal 19 Februari 2021 melalui Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Buton;
– Kedua, Upaya Mediasi antara Lelaki SAMSU UMAR ABDUL SAMIUN mantan Bupati Buton dan Sdr. GANIRUDIN yang akan dilakukan oleh Pihak Polres Buton sebagaimana dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 164 / XII / 2020 / Reskrim, tanggal 16 Desember 2020 dengan mempertimbangkan rasa keadilan para pihak sebagaimana Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/11/2021, tertanggal 19 Februari 2021;

2. Terhadap Laporan Sdr. Ganirudin sebagaimana dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik / 27 / II / 2021 / Reskrim, tanggal 19 Februari 2021 melalui Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Buton, Kami meminta agar proses Pro Justusia Tetap Berjalan in casu Tidak Termasuk Tindak Pidana Undang-Undang ITE sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku;

Demikian Press Conference ini Kami sampaikan, untuk menjadi maklum.

Buton 12 Maret 2021

Hormat Kami, ‘APRI AWO & ASSOCIATES’ LAW OFFICE TIM ADVOKAT ADV. APRI AWO. SH. CIL Dan ADV. IHSAN. SH Advokat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed