oleh

Reunian Alumni FAI UM.Buton “Hadirkan Ide Konsultasi Hukum Keluarga di Masyarakat Kota Baubau”

-BUSEL, HEADLINE-813 Dilihat

SPNews.com, Buton Selatan- Tempat Wisata Permandian Labura – Burana menjadi saksi, di antara keramaian orang yang asik berkunjung sambil mandi bersama di kolam renang.

Alumni Program Studi Hukum Keluarga, Universitas Muhammadiyah Buton melakukan Reuni Akbar bersama dengan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga, beserta Ketua BEM FAI, sebagai bentuk siraturahmi antara senior dan Junior di Program Studi Hukum Islam.

Saat ditemui Ketua HMPS Hukum Keluarga, Muh. Yamin, mengatakan ” Dengan adanya, kegiatan reunian ini, bisa saling berbagi informasi, dan bisa membangun kembali siraturahmi antar alumni di Program Studi Hukum Keluarga ini,” ungkapnya. Minggu,14/3/2021

Tempat permandian ini, Kata Yamin, selain bisa bercerita, kita bisa sekalian mandi bersama keluarga, karena yang datang ada sudah berkeluarga, dan punya anak.

” Yang hadir, ada sekitar 20 orang, dan hasil bincang-bincang, bersama salah seorang dosen, yang kebetulan juga alumni, menyambut baik hal ini” jelasnya santun.

Dengan adanya kegiatan reunian ini, Kata Yamin, beberapa senior, mengusulkan agar Program Studi Hukum Keluarga, bisa membuka kerjasama, dengan pengadilan Agama, serta membuka ruang konsultasi Hukum Islam, kepada masyarakat umum, agar Program Studi Hukum Keluarga yang ada di UM. Buton bisa tersosialisasi dengan baik lagi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Salah satu Dosen FAI, La Jidi mengatakan ” Saya sangat merespon baik kegiatan reuni dan silaturahim ini,” ungkapnya.

Bahkan lewat reuni ini, Kata La Jidi, Alumni Syari’ah, menambahkan dirinya berpesan kepada mahasiswa utamanya pengurus HMPS, untuk gencar mempromosikan jurusan Hukum Keluarga disekolah-sekolah.

Hal lain yang berkembang, Alumni senior Zubair, mengatakan “Selain mempromosikan diri, Mahasiswa harus membuka ruang publik untuk konsultasi Hukum Keluarga Islam kepada masyarakat, agar keluhan masyarakat, tentang hukum Islam bisa lebih mengerti dan mengenal Islam, dalam tatanan kenegaraan, terutama hukum pembuatan buku nikah” ungkapnya.

Liputan khusus : hari23

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed