oleh

Menciptakan Baubau Rukun Dan Damai “PO 5 Solusi Terbaik”

-BAUBAU, HEADLINE-391 views

SPNews.com, Baubau, Menciptakan rasa aman dan nyaman dalam bermasyarakat menjadi faktor utama, untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara demi menciptakan kebaikkan antara sesama umat Manusia.

Dialog Baubau Rukun, yang terlaksana atas kerjasama antara pemerintah daerah Kota Baubau, Kementrian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama, mengangkat tema “Menguatkan Wawasan Kebangsaan, Keagamaan, Dan Budaya untuk Baubau Rukun dan damai”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Walikota Baubau, Rabu, 17/3/2021.

Pada kegiatan yang baik itu, yang menjadi Pemateri Walikota, Kepala Kanwil Kemenang Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Baubau, sedangkan yang menjadi moderator Ketua FKUB dan Sekda Kota Baubau sebagai pengantar Kata dalam dialog tersebut.

Peserta dialog diantaranya, Kepala Kantor Kemang se pulau Buton, Tokoh Agama, para pejabat Camat dan Lurah se Kota Baubau.

Nilai – Nilai PO 5 sebagai solusi penangkal radikal, menjadi Pemateri adalah Walikota Baubau AS. Tamrin

Islam Nusantara, adalah prospek dari Agama dan Budaya, untuk di Indonesia dari 3 Suku utama yaitu Minangkabau, Jogyakarta, dan Buton.

Salam Kerukunan menjadi pemersatu bangsa, yaitu Salam Kerukunan dengan menjawab Rukun, sebanyak 3 kali. Untuk menandakan nuasa kerukunan menjadi lebih nyaman dan aman.

Dalam dialog sebagai pemateri Walikota Baubau, AS. Tamrin Mengatakan “Masalah mental yang menjadi faktor utama, sehingga menjadi banyak kekacauan dimana – mana, seperti perang di Afghanistan tidak pernah habis, karena moralitas dalam kehidupan untuk saling menjaga dan melindungi tidak ada sesama manusia” ungkapnya.

Pancasila banyak yang diperdebatkan, Kata Walikota Baubau, lanjutnya, karena tempat diterbitkannya Pancasila itu sendiri, namun yang paling penting adalah Pancasila itu Jagan diperdebatkan, melainkan di laksanakan, PO 5 yaitu suatu formasi nilai – nilai Fundamental, PO pertama, PO Ma-masiaka, yaitu saling kasih, saling sayang menyayangi, saling mencintai, dalam menjalani berkehidupan bermasyarakat, PO kedua, PO Pia-piara, yaitu saling memelihara, saling menjaga, satu dengan yang lainnya, untuk menjadi nilai kerumunan dalam hidup.

“PO ketiga, PO Mae – maeaka, dasar kata malu, saling menanggung malu, artinya kita saling menjaga kehormatan mana baik keluarga, bila kita melakukan perbuatan tercela, maka kita harus malu terhadap perbuatan itu, oleh karena itu perbuatan tercela itu jagan dilakukan, karena nanti mempermalukan nama keluarga kita” jelasnya Walikota, dalam memberikan materi dialog interaktif itu.

AS. Tamrin mengungkapkan dalam menjelaskan materinya, PO keempat, PO Angka-angkataka, saling mehargai, dalam wujud saling menghormati satu dengan yang lain, kita tak akan kurang rasa penghargaan kita terhadap orang lain, jika kita saling menghormati, maka orang yang hormati kita akan Balik menghormati kita juga.

“PO kelima, PO Binci-binciki kuli, maknanya jika mencubit diri sendiri sakit, maka Jagan kita mencubit orang lain, maka untuk menjalani kehidupan menjadi lebih baik, mari kita Jagan saling menyakiti baik dalam perbuatan, maupun dalam ucapan, Sehingga rasa aman dan nyaman dapat tercipta dengan baik di Kota kita yang indah ini” ujarnya santun.

PO 5 sama dengan Pancasila, ungkap Walikota, lanjutnya, Nalai atau sifat dari sesuatu Falsafah itu sendiri. Dimana dalam PO 5 ada 5 poin dan berpaduan antara nilai – nilai Budaya dan nilai – nilai Agama, sehingga menjadi bentuk revolusi mental yang dapat mengubah perubahan dalam menciptakan karakter pribadi bermartabat serta bermoral.

“PO 5 Menjadi para meter hidup, dalam menjalani kehidupan berkeluarga, itulah tatanan dalam masyarakat Buton, Sebagai harta karung yang tertanam, yang membuat kita tak sadar untuk mengangkatnya kembali dalam tatanan berkehidupan, sebagai jati diri dalam berbangsa dan bernegara” katanya.

Walikota Baubau, mengungkapkan, PO 5 dalam dasar agama terdapat dari salah satu Hadis, yaitu “Tidak beriman seseorang sebelum seseorang itu menyangangi orang lain, maka sayangilah orang lain sama seperti kamu menyayangi dirimu sendiri”.

“Hati yang baik yaitu, tulus, iklas dalam menjalani kehidupan, tidak saling menyakiti baik secara langsung maupun tidak langsung” ujarnya.

Liputan khusus : Hari23

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed