oleh

Aqiqah, Jadikan Anak Berkah Dalam Hidup

-BAUBAU, HEADLINE-612 Dilihat
Proses Aqiqah pemberian doa kepada anak yang aqiqah.

SPNews.com, Baubau – Acara adat yang tergolong dalam tatanan Islam Yaitu, Aqiqah adalah salah satu bentuk Adat istiadat, yang di lakukan ketika usia anak yang dilahirkan mencapai 40 hari dari kandungan ibunya; dan saat ini hari (Minggu ) dilakukan pula oleh keluarga Laode Madhi; yang di hadiri beserta keluarga besarnya dan kerabat yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal beliau yang beralamat Jl.Wisnu,Lr.Hidayatullah,Kel.Kampeanaho,Kec.Bungi Kota Baubau.

Untuk anak yang Aqiqah, yaitu Nurmala Anak Dari Laode Madhi (Bapak) dan Wasarima(Ibu); Saat ditemui LaOde Madhi, mengatakan “Aqigah dilakukannya aqiqah terhadap seorang bayi yang lahir maka anak tersebut sudah bisa diantar keluar dari tempat lahirnya (kamar), dan bisa keluar jalan untuk menghirup udara segar dan matahari di seputaran rumah” ujarnya. Kamis, 25/3/2021.

Ayah anak yang aqiqah, Laode Madhi

Mahdi, Menambahkan, Namun pada hakikat menurut ajaran para orang tua yang pernah dijelaskan terhadapnya, Bahwa aqiqah adalah salah satu sumber peralihan alam, dari alam Kandungan menuju Alam nyata, sebagaimana dalam 40 hari dalam kandungan ibu sudah menjadi setetes air, olehnya itu ketika lahir di alam nyata pun harus disambut dengan rasa syukur.

“Sebagaimana rasa syukur itu dengan dilaksanakannya, Haroa, yang dihadiri beserta keluarga besarnya untuk menyaksikan anak yang akan di Aqiqah” Tuturnya.

Dalam pelaksanaan, Kata Orang tua dari anak yang di Aqiqah, yang berlangsung beberapa keluarga memberikan uang seadanya untuk yang di aqiqah, uang yang di berikan dengan maksud dan tujuan bahwa kita menyambut dan salah satu ikatan hadirnya saudara kita di alam nyata juga dengan niat-niat anak yang di aqiqah panjang umur di berikan Keselamatan, kesehatan,rizki,hidup yang bahagia dan mendapatkan jodoh dengan baik.

“Juga mendoakan pula agar keluarga yang yang di aqiqah (ke dua orang tuanya) sehat selalu dan diberikan rizki yang melimpah” jelanya.

Madhi menjelaskan pula bahwa dengan hadirnya keluarga besar pada acara (Haroa) anaknya yang di aqiqah , sangat mengucapkan terima kasih,hal ini sebagai salah satu kebanggaan bagi nya Keluarga telah ikut menghadiri dan mendoakan anaknya yang terlahir, dikarenakan menurut (Bahasa Para leluhurnya) kehadiran seseorang (keluarga)dalam menyaksikan acara (aqiqah)atau acara apapun’itu salah satu petunjuk Rahmat,rizki kehidupan nya pada perjalanan anak tersebut akan bahagia dalam menjalani hidup di atas muka bumi.

Madhi berpesan, bahwa kita sebagai orang buton Jagan lupa melakukan adat istiadat yang sudah di lakukan oleh para orang tua kita(leluhur) jangan pernah menghilangkan keyakinan yang di ajarkan nya, sebab apapun alasannya yang di lakukan leluhur kita adalah kaidah hukum yang berlaku pada keselamatan manusia.
Yang mengantarkan manusia itu sendiri menuju jalan yang lurus dan baik pada hakikat sebenarnya.

liputan : Laode Ramadan
Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed