oleh

Petani Dapat Ilmu Non Kimia “Pelatihan Oleh Dinas Pertanian Kota Baubau”

-BAUBAU, HEADLINE, RAGAM-548 Dilihat

SPNews.com, Baubau – Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) tanaman holtikultura dan perkebunan tahun anggaran 2021 digelar oleh Dinas Pertanian Kota Baubau kepada petani di Kecamatan Murhum yang dipusatkan di Kelurahan  Baadia pada 29/03/2021.

Untuk menjamin kehidupan yang sehat dan alami, dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia serta ramah lingkungan, maka Dinas Pertanian Kota Baubau melakukan pelatihan kepada kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Murhum. Kegiatan ini dihadiri oleh Kelompok Tani, Jangkar Wantiro 2 Batumali, Barakaka dan semua petani holtikultura se Kecamatan Murhum, Kota Baubau.

Dalam pelatihan tersebut dinas terkait mengajarkan kepada masyarakat petani, cara mengatasi masalah pertanian sehingga petani mampu meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Dimana dalam satu pohon dapat menghasilkan beberapa kilo.

Dalam pelatihan itu, dijelaskan oleh petugas dari dinas terkait tentang pengolahan tanah yang bagus, dimana tanah harus digembur terlebih dahulu sebelum ditanam bibitnya, karena biasanya di dalam tanah ada bibit penyakit. Oleh sebab itu, penggunaan pupuk yang alami sangat diharapkan seperti kotoran hewan, dan sejenisnya.

“Dari usulan Kementerian Pertanian, diharapkan semua dinas yang ada di daerah kabupaten dan kota, se-Indonesia, agar selalu mempercepat proses peningkatan pertanian yang bebas lingkungan,” jelas pemateri dari Dinas Pertanian Kota Baubau kepada peserta yang diikuti oleh 20 orang petani.

Dinas Pertanian Kota Baubau akan mengawal dari proses penanaman, proses perawatan dan sampai paska panen yang benar, sehingga hasil pertanian petani Kota Baubau bisa ramah lingkungan dan berkualitas baik.

Akhir dari pertemuan pelatihan itu, dinas terkait berharap petani bisa lebih meningkatkan kualitas hasil petani yang baik dan sehat, serta ramah lingkungan dengan tidak menggunakan bahan kimia.

Ketika ditemui Nasir, salah satu peserta pelatihan PHT mengatakan; “Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk kami selaku masyarakat petani, karena beberapa masalah hama menjadi faktor utama kami dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian kami,” ungkapnya santai.

Dari pelatihan ini, kata Nasir, kami mendapatkan ilmu baru, dan kami diberikan, induk pupuk dari dinas pertanian, selain itu, kelompoknya mendapatkan obat pembasmi hama dari hasil pelatihan, 1,5 liter pupuk cair untuk buah, dan peptisida nabati dari beberapa bahan rempah-rempah yang telah dipraktikkan oleh Dinas Pertanian Kota Baubau.

“Sebagai petani, saya berharap petugas dinas pertanian, jangan bosan-bosan untuk selalu membimbing kami sebagai petani,” harapnya.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed