oleh

Kajian Ramadhan IMM “Al-Qur’an Tulisan Cinta Damai”

-BAUBAU, SOSBUD-666 Dilihat
Ucapan hari Pendidikan Nasional

SPNews.com, Baubau – Kokohnya Pohon didampingi biru Laut, dan cerahnya Langit, lalu lalangnya Mobil serta Motor menyambut Matahari terbenam oleh orang – orang yang ada Di Kotamara, Khususnya di taman Hijau Dekat Islamic Center Kota Baubau, Minggu, 2/5/2021.

Suara pengantar azan dan lagu – lagu Suara motor tak menentu, membawa Mahasiswa UM. Buton, merasakan kelelahan hari ini bikin kue di rumah, terbayar dengan Kajian Jurnalis yang di adakan oleh PC IMM Kota Baubau Dalam Kajian Ramadhan dengan Tema ( Komunikasi Sehat, Hadirkan Generasi Berjiwa Cinta Damai, Wujudkan Negeri yang Warohma).

Immawan La Ode Awal Ramadhan, Mengatakan “Pohon Cemara yang begitu rimbun menghiasi indahnya alun-alun Kotamara, Dia begitu indah seakan menjelaskan kepada kami saat ini bahwa dirinya pun, larut pula dalam kajian kali itu” ungkapnya.

Lantunan ayat Suci Alquran, Kata Awal, yang berasal dari pengeras suara masjid di barengi dengan suara motor di sore hari di taman hijau kotamara, seakan menyampaikan informasi bahwa sebentar lagi akan kita temui kemenangan dalam berpuasa, selamat berbuka.

“Nyaman hanya dengan berada suasana sore cerah, pada posisi ini,dengan hanya merasakan tatapannya alam indah dan damai,mampu menimbulkan banyak ketenangan dalam diri” tuturnya.

Menurut, Mahasiswa UM. Buton yang tergabung dalam (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) IMM, Iin Wulandari, ” Hari Ini, saya seharian dirumah dan baru keluar sore, hari karena ada kajian di Kotamara dan melihat keramaian disana” Tuturnya.

Foto bersama Generasi IMM Kota Baubau Kajian Komunikasi

“Hari ini saya mendengarkan kajian dari kakanda Hariyadi, yang berbunyi apakah yang kamu ketahui dari menulis” ungkapnya.

Yang saya rasakan hari ini, kata Iin Wulandari, adalah bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk msih bisa melhat dunia yg indah ini.

Hal senada, di ungkapnya Farna, Peserta dalam pertemuan itu, Tas dan Buku melengkapi bawaan yang saya punya di dalam Kajian Ramadhan.

“Lantunan ayat suci Al-Quran, terdengar indah, dan rasakan dinginya suasana alam, dan sore hari berada di Kotamara ( taman alun-alun) untuk mengikuti kajian Ramadhan. sambil melihat matahari terbenam” ungkapnya.

Suasana kampus yang sepi, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Mungkin karena hari ini hari minggu, yaitu hari dimana beberapa aktivitaa kampus di istirahatkan.

“Sore ini saya mendengar lantunan ayat-ayat suci al-qur’an yang berasal dari sebuah mesjid tidak jauh dari tempat saya mengikuti kajian”katanya.

Saya merasa senang, karena mendapat ilmu baru, akibat dari saya mengikuti kajian.
Hizwan, Berkata “Saya memandang indahnya senja di Kotamara, Saya mendengar bisingnya suara kendaraan di sana, Suasana saat ini semua berbaur dengan alam , mengalirnya penyampaian diskusi ini, sehingga membuat saya berpikir dalam ketenangan” Tuturnya.

“Kakanda Hari membawakan materi pada sore hari di kotamara, Suara segala aktifitas kehidupan mewarnainya, saya pun bisa menambah wawasan serta rasa syukur sebagai manusia di muka bumi” Ungkap Dian Budiman Peserta Kajian.

“Saya melihat di sekeliling saya ada tumbuhan, lautan, pulau, hewan, batu, dan manusia, Saya mendengar suara/bunyi saat menutup mata sebagai latihan menemukan Inspirasi dalam menulis” Kata Adhana, IMM Kota Baubau.

Yang saya rasakan saat ini, Ungkap Adhana, rasa syukur, karena saya masih bisa melihat di sekitar saya, dan mendengar suara sekitar yang penuh damai.

Lain halnya yang diungkap oleh IMMawan, Iyan Berkata ” Saya Melihat wanita dan teringat akan pendidikan, karana pada wanitalah saya merasakan madarasah pertama manusia. Dari wanitalah, saya pribadi belajar tentang pengetahuan pengetahuan awal, bahkan dari wanitalah saya mengenal tuhan saya, yaitu mama saya” tuturnya.

Pengantar azan terdengar di Kotamara, Kata Iyan, Dewasa ini menggunakan pengantar azan adalah hal lumrah dan menjadi kebiasaan untuk memperingati masuknya waktu sholat, tetapi ada beberapa daerah di Indonesia yang melarang penggunaan pengantar azan ini dengan alasan menggagu masyarakat yang lain.

“Rasa Lapar dan haus, Pada bulan Ramadhan umat islam diwajibkan untuk berpuasa, yaitu menahan lapar, haus dan hawa nafsu demi kesempurnaan Ibadah” jelasnya.

Menurut, Pratama, Mengatakan ” Pemandangan yang indah, menghadirkan angin sepoi-sepoi, membawa kesejukan suasana kajian disoreh ini, saya mendengar Suara ayat Al-Qur’an dari masjid yang diberisiknya suara kendaraan, tak menganggu kajian Ramadhan itu berhenti” Ungkapnya.

Dinginnya angin sepoi-sepoi, kata Pratama, yang dibaluti debu perjalanan, dan akhir pesan dari kajian Ramadhan itu dari kanda Hariyadi, yaitu Menulislah kebaikkan dalam kebaikkan hidupmu, karena contoh tulisan yang baik adalah Al-Qur’an, Semakin di baca semakin sejuk di hati dan menghadirkan kedamaian dalam berkehidupan berbangsa dan Bernegara demi Generasi Cinta Damaiu.

Foto Kajian Ramadhan

kegiatan Kajian Ramadhan PC IMM Kota Baubau Bidang Media dan Komunikasi Ketua Darman Bugis Gowa

Liputan Khusus : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed