oleh

Dusun Kangkele, Desa Wawoangi “Nuzulul Qur’an 2021 Terasa Tahun 1991”

-BUSEL-353 Dilihat

SPNews.com, Buton Selatan – Perjanan dalam melaksanakan Ibadah di Bulan Ramadhan, tidak sempurna tanpa adanya malam turunnya Al-Qur’an, sebagai landasan dimana awal Ibadah Itu di mulai, Malam Nuzulul Qur’an 1442 H/2021 M. Membangun Generasi yang Rabbani, Dusun Kangkele, 3/5/2021. Di Masjid Nur Iman, Desa Wawoangi Kec. Sampolawa.

Tokoh Adat Buton, ALFIAN

Selaku, Ketua Panitia, berkata dalam laporannya, menyatakan anggaran pelaksanaan kegiatan ini, di dapat dari anokasi Dana Desa Sebesar 2 juta rupiah, walaupun serba keterbatasan karena kondisi Covid – 19, tapi acara dilaksana hanya mengundang masyarakat Dusun Kangkele, Desa Wawoangi, Kec. Sampolawa dan beberapa undangan saja, termasuk pembawa Hikmah Nuzulul Qur’an.

Dalam sambutan Kepala Desa, Wawoangi tak banyak dihanturnkan dalam sambutannya, acara Nuzulul Al-Qur’an sangat dihargainya dan di aprisiasi oleh kepala Desa, dan karena adanya Tamu khusus, Maka Kepala Desa meminta kepada Tokoh Adat untuk sambutannya, di Sambung dengan Orang Tua Kelapa Desa (Tokoh Adat) Bapak Alfian dalam menyelesaikan Sambutan Kepala Desa.

Pada Sambungan Sambutan Kepala Desa Wawoangi, Alfian mengatakan ” Ucapan banyak terima kasih, karena diberikan Izin untuk kesempatan yang diberikan kepadanya,” Tuturnya.

Dan Dalam Kegiatan Nuzulul Qur’an kali ini, Kata Alfian, Sebagai bentuk meningkatkan Iman dan takwa, bagi masyarakat Desa Wawoangi, karena saat ini, kita akan memesuki laknat akhir zaman, dimana semua kejadian yang ada saat ini terjadi karena hilangnya rasa imam dalam diri setiap manusia, akibat perbuatan manusia itu sendiri yang jauh dari tuntunan Al-Qur’an” ungkapnya.

Membagun generasi Yang Rabbani, Kata Alfian, lanjutnya bahwa, seorang manusia yang mampu mengenal agama yang baik dan benar dalam mewujudkan jati diri manusia dari perjalanan Syariat, sampai pada Ajaran 5 waktu sebagai ajang mengenal 5 dimensi sebagai perkenalan 5 paca Indra dalam diri manusia itu sendiri, dimana pada tuntunan hakikatnya adalah perbuatan diri dalam keseharian.

Remas, qasidah Nuzulul Qur’an

“Dalam waktu yang tidak akan lama, di tanah Buton akan menghadirkan sebuah keterangan sejarah Buton yang masih tersimpan untuk kebaikkan pada sisi manusia itu sendiri, demi menjalankan hidup kita semua yang lebih baik lagi” ungkapnya.

Hal Senada di Ungkap Oleh Pembawa Hikmah Nuzulul Qur’an, “Kegiatan Nuzulul Qur’an, tahun ini, saya berharap bahwa generasi muda menjadi penerus bangsa Indonesia yang lebih baik lagi dari masa kini” harapan dari Pembawa Hikmah Nuzulul Qur’an, di Desa Wawoangi Kec. Sampolawa”.

Sebelum acara di tutup, maka para undangan yang menghadiri Nuzulul Qur’an, diberikan sajian makan malam, yang di awali oleh penyajian minum teh, oleh para anak- anak perempuan dari Remaja Masjid Nur Iman.

Dengan mengunakan pakaian muslim yang baik, dan di bantu oleh para generasi laki- laki yang membawakan bahan makanan dan talang kecil yang berisi makanan ala kadarnya, serta ditampilkannya, hiburan dari anak – anak remaja masjid membawakan lagu – lagu kasidah penuh cinta kasih, Kegiatan Nuzulul Qur’an ini, terasa seakan zaman dulu tahun 1991, dimana acaranya diramaikan dengan lagu qasidah, menggunakan Rebana, Sungguh Damai, Nyaman dan Indah.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed