oleh

Tindakan Agresif Militer Israel Sebagai Bentuk Genosida Rakyat Sipil Di Palestina

-HEADLINE, KENDARI-454 Dilihat

SPNews.com, Kendari – Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kariadi, turut merespon tensi situasi konflik huru-hara yang sedang terjadi di wilayah Timur Tengah, antara Palestina dan Israel, yang kian berpotensi makin besar.

Kian mencekam huru-hara, aksi Militer zionis Israel yang terus memainkan propaganda secara masif untuk memutarkan balikan fakta melalui framing sosial dan penyerangan secara brutal terhadap warga Sipil Palestina. Aksi kejahatan yang dilakukan milter Israel telah dipertontonkan di khayalak publik melalui media massa saat ini yang begitu beragam kejadian. Hal ini diungkap oleh Kariadi Ketua Umum IMM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo.

“Ini merupakan salah satu bentuk penindasan kemanusiaan yang melukai perasaan umat Islam. Tindakan yang dilakukan oleh militer Israel itu memang sama halnya dengan tindakan teroris yang nyata, apalagi sudah melakukan genosida dan pertumpahan darah secara membabi buta,” tutur Kariadi.

Ia melanjutkan, yang sedang terjadi saat ini di Palestina, sebenarnya sedang menguji hati nurani umat manusia atas kezaliman militer Israel sehingga banyak menelan korban jiwa akibat pengeboman yang dilakukan Israel di Jalur Gaza sudah mencapai hari ketujuh berturut-turut. Serangan terbaru telah melempauwi 200 orang, termasuk 58 anak-anak dan rusaknya konstruksi bangunan yang ditempati warga Palestina.

“Untuk itu marilah menghidupkan empati serta menyuarakan pembelaan dan meyerukan perdamaian dunia, kemudian terus mendoakan warga Palestina agar selalu dalam lindungan Allah untuk bebas dari agresif atau penjajahan zionisme,” ajaknya.

Dia juga menyatakan, pasukan zionis tersebut, sama sekali tidak mencerminkan cara bagaimana memanusiakan sesama manusia dan sudah merobek nilai-nilai hak asasi manusia secara tidak manusiawi.

“Sehingga hal itu kontradiksi dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang hari ini Amerika Serikat gunakan hak veto untuk melindungi kekejaman Israel. Peryataan ini, Amerika terus mensupport sikap dan perilaku agresif Israel, untuk merebut hak-hak wilayah (Tanah Suci) Palestina. Negara Palestina juga berhak hidup di tanah suci yang penuh dengan torehan sejarah, sehingga terus perlawanan atau jihad yang tiada henti,” ungkapnya, Kamis (20/05/2021).

Tak hanya itu, PBB terkesan hanya diam melihat masalah kejahatan yang besar, jika terus terjadi kekerasan tanpa memberhentikan serta pelanggaran terhadap yuridis internasional, maka PBB kehilangan arah untuk menegakan hukum kemanusiaan internasional.

“Otoritas Pemerintah Indonesia terus mendesak PBB untuk turut menciptakan perdamaian dunia dan memberhentikan pertikaian kesenjangan sosial antar Palestina dan Israel. Dalam amanat konstitusi kita menyatakan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan,” pungkas Kariadi mengutip amanat pembukaan UUD 1945.

Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed