oleh

Butuh 350.000 Kali Al Fatihah Agar Pancasila Lahir

-BAUBAU-635 Dilihat
Foto : Situasi Dialog Santai PMII Komisariat UMU. Buton

SPNews.com, Baubau – Malam Hari Jadi Pancasila 1 Juni 2021, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat persiapan UMU Buton Cabang Kota Baubau melaksanan Dialog Santai dalam memperingati hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2021 dengan tema, Pancasila Sebagai Landasan Pemersatu Keberagaman, di Jl. Betoambari No 56, Tanganapada,Murhum Kota Baubau.

Dalam dialog santai ini, pemateri yaitu Mantan Ketua PMII Cabang Kota Baubau La Mada, S.Sos mengatakan “Jauh sejak tanggal, 31/1/1926 lalu, NU lahirnya sebagai salah satu organisasi yang hadir sebelum Indonesian merdeka, namun sebelum pendirian Nahdltul Ullama (NU), Asyrim Husadi pernah diantar Tasbih kepada Hasyim Asy’ari oleh gurunya sebelum beliau mendirikan NU dari Guru beliau yaitu Kholil Bangkalan” tuturnya. Selasa, 1/6/2021.

La Mada menjelaskan, Sejarah besar lahirnya NU, dengan ketika ada sekelompok orang untuk membongkar makam Rasulullah SAW, maka diutus dari Indonesia.

“Nahdlatul ‘Ulama disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia, menjadi salah satu cendikiawan Islam yang ada di bangsa Indonesia saat ini” imbuhnya.

“Dalam mencerdaskan Generasi NU mengambil dari bawah di masyarakat Perdesaan, sedangkan saudara kita Muhammadiyah mendidik generasi dari atas yaitu wilayah Kota, sehingga NU dan Muhammadiyah sebenarnya saling berdampingan membangun bangsa, bukan saling bersaing” ucapnya.

Foto : Dialog Santai Misi Persatuan Indonesia dalam Pancasila

Kata, La Mada, Dalam pandangan para Ulama NU, yaitu orang NU sangat mengajurkan untuk merangkul orang lain, dalam keragaman berbangsa.

Menurut La Mada, Kata ustadnya, Kenapa NU banyak diam dalam keadaan media Sosial saat ini,? Karena Kalau seandainya kita turun kembali mempermasalahkan hasil hujatan di Media Sosial, maka tak luput kita sama – sama dianggap anak – anak Yang masih selalu ingin bedebat satu dengan yang lain.

“Bagi NU, Allah SWT satu – satunya Zat yang tak pernah diganti oleh siapapun dan apa pun, dan dalam hubungan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa demi mempersatukan Negeri Indonesia ini” tuturnya.

La Mada Bercerita, Bahwa Presiden RI Sukarno pernah bertanya kepada Hasyim Asy’ari , tentang pandangan beliau pada Pancasila,..? Untuk menjawab itu Hasyim Asy’ari menjelaskan untuk itu, saya harus Puasa dulu selama 3 hari, kemudian saya baca Al Fateha 350.000 kali, sholat istikharah dengan membaca surat At Taubah 400 kali, di rakaat pertama, dan membaca 41 kali, surat Al Kahfi di rakaat kedua, dan 7 kali surat Al Kahfi, sebelum tidur, dan baru selesai itu, barulah Hasyim Asy’ari telah mendapatkan petunjuk barulah, beliau menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.

Baru kemudian Hasyim Asy’ari mengatakan Aku Ridho Pancasila menjadi perekat sebuah bangsa dan menjadi ideologi Negara Indonesia.

Sebagai pemateri tambahan dalam pemahaman Pancasila, Ketua Cabang PMII Kota Baubau, Ifan Akmal, mengatakan “Konsolidasi untuk membangun Indonesia mulai dari konsolidasi sama-sama dari daerah yang di jajah Belanda dan Jepang, serta pembentukan Indonesia perlu dilakukan, konsolidasi dari mempersatukan agama, konsolidasi dalam mempersatukan suku dan melakukan konsolidasi menyatukan semua ras manusia Indonesia untuk bersatu padu memperjuangkan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan” tambahnya dalam dialog santai ini.

Harapannya, marilah kita sebagai generasi menjadikan Pancasila sebagai landasan pemersatu dan perekat keberagaman untuk membangun bangsa kita, menjadi lebih baik lagi.

Liputan : hari ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed