oleh

PT. PELNI Hadirkan Program Kampung Pelni Ke 3 Di Indonesia

SPNews.com, Baubau- program dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kreatif di masyarakat kecil terutama di masyarakat kelurahan atau desa.

Di Ling. Gunung Sari Kelurahan Kadolokatapi kecamatan Wolio, Kota Baubau, menjadi salah satu induk pengembangan program dari pemerintah termasuk didalamnya mengembangkan ekonomi masyarakat khususnya ada di Ling. Gunung Sari.

Karena keadaan sedang Covid-19, maka peresmian ini, dilakukan secara online, bersama Direktur Utama PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing, yang ada di Jakarta. Dan Kepala Cabang PT PELNI Baubau Juni Samsudin bersama Manager PKBL PT PELNI (Persero) Sinta Zuraida mewakili Direktur Utama untuk Hadir, dan menjadi saksi langsung dalam acara launching Kampung PELNI, di Lingkungan wilayah Kelurahan Kadolokatapi, selain yang mewakili Walikota Kota Baubau yaitu Asisten 1 Ibnu Wahid beserta Ibu Lurah Kadolokatapi. Para tamu yang ikut dalam kegiatan ini, di hadiri juga tokoh masyarakat setempat, para pegawai PT. PELNI dan Warga Binaan Kampung Pelni.

Program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dimana di dalamnya yang terlibat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditambah khususnya, pengelola utama perusahaan pelayanan publik yaitu PT. PELNI (Persero) sebagai perpanjangan tangan dari program pemerintah tersebut untuk meningkatkan upaya pengembangan masyarakat ekonomi kreatif.

Setelah melakukan acara peresmian Kampung Pelni yang ada di lingkungan Kelurahan Kadolokatapi dan melakukan kunjungan dari hasil pengelolaan sampah, dan kerajinannya, yang ada di dalam Kampung Pelni, Maka Kepala Cabang PT PELNI Baubau Juni Samsudin mengatakan “Bahwa program Pelni kali ini, merupakan pengembangan dari PT. PELNI (Persero) yang sedang di kembangkan di wilayah Kota Baubau, yang didasari oleh banyaknya limbah sampah Kota Baubau yang cukup tinggi, termasuk sampah dari kapal Pelni yang selama ini di Buang ke TPA terdekat” tuturnya, Rabu, 9/6/2021.

Lanjutnya, Kapung Pelni ini atau yang disebut Rumah Kelola Sampah, menjadi salah satu solusi, untuk menjadikan sampah sebagai bahan berguna dan menambah ekonomi masyarakat, program ini untuk Kota Baubau menjadi wilayah daerah ketiga, sebelumnya ada di Batu Licin, dan Bima yang telah dikembangkan program ini.

“Berdasarkan jumlah pembuangan sampah oleh kapal Pelni yang tiap 1 kapal bisa mencapai lebih dari 5 kubik kasi sampah, mulai dari sampah sisa makanan, sampah plastik bekas makanan, serta sampah botol minuman, yang selama ini di buang di TPA yang telah bekerjasama dengan Dinas terkait” ungkapnya.

Harapannya, dengan adanya Rumah Kelola Sampah (RKS) yang awalnya hanya satu tempat sekarang bisa terbagi, khususnya sampah Kapal Pelni yang bisa diolah menjadi bahan berguna demi meningkatkan ekonomi masyarakat daerah sekitar, selain itu juga dengan adanya RKS ini bisa menjadi tempat edukasi terutama warga pesanten yang ada di lingkungan ini.

Selain itu ditambahkan oleh Perwakilan Pusat PT. PELNI (Persero) yang datang di acara Launching Kampung Pelni Kota Baubau, Manager PKBL PT PELNI (Persero) Sinta Zuraida, Mengatakan “Dengan adanya pengelolaan dan pembinaan pengolahan sampah ini, bisa memberikan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pengolahan sumber pangan seperti sayur Masyur, yang bisa di jual untuk lingkungan sekitar” ucapnya.

Dirinya menambahkan, Untuk lahan yang digunakan bukan milik PT. PELNI, namun lahannya milik komunitas yang ada di lingkungan ini, dan telah dihibahkan untuk program Kampung Pelni ini, dimana PT. PELNI melakukan binaan lingkungan dengan mengolah sampah menjadi sumber pendapatan kepada masyarakat daerah sini, demi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed