oleh

Gubernur Kawal Kepton, Gelar Kehormatan Jadi Amanah

-BAUBAU-764 Dilihat
Bapak Aulia, membaca makna Baju Adat Buton saat di berikan kepada AA. La Nyala Mahmud Mattalitti ( Ketua DPD RI)

SPNews.com, Baubau – Keraton Buton menjadi salah satu agenda Gubernur Sulawesi Tenggara untuk menyatakan sikap dan niat baik dalam mengawal usaha Geram Kepton untuk diserahkan kepada Pihak Dewan Perwakilan Daerah yang saat ini, sedang melakukan kunjungan kerja Ke Daerah Kota Baubau, Kamis, 17/6/2021. Di Aula Baruga Keraton Buton.

Hal ini tergambarkan oleh Pidato Alimasi pada Upacara Penghargaan Gelar Kehormatan Adat dan Budaya Kesultanan Buton, kepada Ketua DPD RI, AA. La Nyala dari Lembaga Adat Kesultanan Buton Ke 40.

Dalam pidatonya Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH mengatakan ” ada 4 dasar prinsip orang Buton yaitu yang pertama setiap orang wajib menjaga orang lain yang, kedua saling menghargai antar sesamanya, ketiga setiap orang wajib memelihara sesama manusia, dan keempat saling menyayangi antara sesama setiap orang harus saling kasih sayang antar sesamanya” tuturnya. Dalam pidato di aula Baruga Keraton Buton.

Tambahnya, saling menghormati sesama kita setiap orang harus menghormati hak asasi setiap manusia maka dasar itulah sangat mulia karena mengandung pesan moral yang begitu dalam dan sangat mengandung nilai-nilai kebaikan terhadap sesama sebagai warga masyarakat individu dan masyarakat yang tinggi ada dalam aktivitas dalam pergaulan sosial kemasyarakatan.

“Saat ini ke depannya eksistensi adat istiadat dan nilai-nilai budaya masyarakat kita, yang ada dalam menjaga kemurnian yang dihormati oleh masyarakat-masyarakat yang ada dalam menghasilkan karya-karya besar” ungkapnya.

Kata Gubernur, baik berupa bangunan-bangunan fisik seperti benteng Keraton Buton yang hingga kini masih berdiri dan situs-situs sejarah nilai-nilai yang ada dalam adat-istiadat dan budaya yang dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat dan tentu menyambut baik dan mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga Adat.

“Yang istimewa dari acara ini, diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan di daerah, bangsa dan negara antara sesama dan juga dengan alam lingkungannya dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan ketertiban masyarakat karena telah mampu membentuk karakter individu dan masyarakat yang memiliki etos kerja dan toleran ditengah kemajuan kemajemukan masyarakat kepada pengurus lembaga adat Buton” Ucapnya

Sambungnya, agar menjadi garda terdepan dalam merawat dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda dan suku yang dipercaya.

Selanjutnya, terkait dengan kondisi pandemi covid 19 mewakili pemerintah kepada masyarakat tentang pentingnya disiplin dan mendorong masyarakat mengikuti program vaksinasi guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

“Semoga dengan berbagai bencana segera berakhir agar tidak berdampak semakin besar terhadap kehidupan sosial dan perekonomian kita, bersyukur mudah-mudahan covid-19 yang ada di Indonesia, khususnya, di Sulawesi tenggara segera berakhir” tuturnya.

Lanjutnya, sehingga kita bisa menjalankan melaksanakan tugas-tugas dalam keadaan sehat wal afiat.

“Sebagai Gubernur saya mewakili, Aspirasi masyarakat Buton untuk mengawal Propinsi Kepulauan Buton, dimana berdasarkan sejarah, Buton sebagai pemerintahan mandiri yang kemudian berlanjut hingga terbentuknya republik saat ini” tuturnya.

Harapnya, dengan adanya kegiatan ini, menjadi salah satu momentum untuk menyerahkan berkas – berkas terbentuknya Propinsi Kepulauan Buton.

Liputan : Tim
Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed