oleh

Pendidikan Agama Penting di Era 4.0

-BAUBAU-730 Dilihat

SPNews.com, Baubau – Universitas Muslim Buton (UMU) Buton. Meyelengarakan kegiatan, Islam Washotiyah membagun moderasi beragama, Diera 4.0 dan Relevansinya Terhadap Keadaban dan Kemajuan Bangsa. Acara di adakan di Hotel Mira Bau-bau setiap hari Sabtu (26/06/21).

Salah satu yang di bahas adalah?
1). Program Studi Pendidikan Bahasa Arap
2). Program Studi Pendidikan Guru Madrasah iptidaiyah (PGMI). Dikampus Universitas Muslim Buton.

Kegiatan ini dihadiri beberapa Dosen,Rektor dan Mahasiswa/Mahasiswi Universitas UMU Buton. Alhamdulillah dengan kegiatan ini, Mungkin bisa menambah Ilmu Bahasa Arap di Kota Baubau agar pendidikan agama tidak hilang begitu saja.

Dalam pidatonya, Dr.H. Hamzah. MA. Sebagai (Wakil Kopertais wil. VIII Sulawesi, Maluku dan Papua). Mengatakan “Harus Kita banyak belajar tentang Pendidikan Agama, Agar Pendidikan Agama tidak hilang begitu saja. Apalagi di Sulawesi tenggara kususnya Kota Baubau sangat minim sekali dengan Pendidikan Agama” ucapnya.

Lanjutnya, Dr.H. Hamzah. MA. Menjelaskan bahwah, Sangat Minim sekali Guru Pendidikan Agama di Kota Baubau, Maka dengan adanya acara kegiatan ini, Saya harap kepada Mahasiswa/Mahasiswi UMU Buton dapat giat lagi dalam mengejar Mata Pelajaran Pendidikan Agama yangan akan datang, Untuk Kemajuan Bangsa Indonesia.

Pelaksana Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. Sudjiton, M.M juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada kehadiran beliau karena dapat mengajarkan tentang tantangan zaman maupun umat Islam yang sedang menghadapi perkembangan peradaban teknologi tinggi yang disebut era 4.0, jika kemajuan teknologi tidak diimbangi oleh nilai-nilai keagamaan, maka akan terjadi penyalagunaan teknologi, olehnya itu hadirnya ajaran Islam sebagai penyeimbang dalam kemajuan zaman agar teknologi yang digunakan dapat memberikan faedah yang baik kepada umat, disamping itu nilai-nilai PO-5 atau sara patanguna yang ada di Kesultanan Buton merupakan kearifan lokal sangatlah bersentuhan dengan ajaran Islam yang saling mencintai, menghargai, saling mengasih, dan toleransi antar umat sehingga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Negara Indonesia yang dihuni oleh banyak agama dan tidak ada hak bagi kita untuk membunuh bangsa atau umat lain yang tidak berdosa, meskipun kita berbeda dalam keyakinan, oleh karena itu perlunya adanya saling menghargai dan toleransi antar umat beragama agar negara kita hidup rukun dan damai” Tuturnya.

Terakhir di dalam kuliahnya, beliau mengatakan “Kalaupun ada kebenaran hanya pertolongan Allah Swt, kalaupun ada kesalahan adalah datangnya dari saya sendiri”ucapnya menutup kuliah terbuka. Hal ini memberikan makna bahwa sebagai umat beragama islam tidak boleh mengklaim diri sebagai orang yang paling benar karena kebenaran semata-mata dari dari Allah Swt.

Para Dosen dan Dekan UMU. Buton

Liputan : Brn
Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed