oleh

Pasangan Setia, Dari Jual Koran Sampai Jadi ASN

-BAUBAU-624 Dilihat

SPNews.com, Baubau -Perjalanan yang panjang, Membuat mereka tidak kala gentar dengan kehidupan. Ada suka maupun duka, yang dilaluinya. Hidup yang membuat keistimewaan seorang pasangan Suami Istri, Yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan Masarakat sekitar. Pasangan Suami Istri itu bernama Rusli & Nur

Keseharian pasangan Rusli & Nur, Sangat terpuruk, pada saat itu. Lelaki yang bernama Rusli, keseharianya cuma menjadi wartawan Cetak, dan kerja sebagai honorer di sebuah kantor. Sementara Wanita yang bernama Nur, keseharianya cuma seorang Ibu rumah tangga dan penjual koran. Dengan hidup pas-pasan, mereka sekeluarga tingal di Gubuk derita, dengan seadanya penerangan/lampu listrikpun tidak ada, pada saat itu.

Ketika Ditemui Nur Berkata “Kadang pulang cepat, kadang juga telat pulang, kalau Koran yang dijualnya belum laku, saya sambil menjual Koran dengan mengendong anak saya, berumur dua tahun, Tidak gentar dengan apa yang di kata orang” ungkapnya, Rabu,30/6/2021

Nur menambahkan, dengan tidak mau mengharapkan belahan kasian dari orang lain, yang akan mau kasih saya uang, untuk stop menjual Koran. Tapi saya menolaknya dengan alasan bahwa biar sedikit pengasilan Koran saya, saya tidak mau mengemis atau meminta. Kepada siapapun. Koran yang saya jual, itu hasil karya Suami saya.

Lanjutnya,Dulu ada seorang pelanggang saya, yang berkata, Bu jangan lagi menjual koran, Di sini, Tidak ada seorang Ibu, sambil menggendong anaknya berjualan koran.

“Ini uang Bu pulanglah, jangan lagi menjual koran. Ada juga ketika saya, mau menjual koran di sekolah SMP, Saya melihat keluarga kebetulan mengajar di situ, dan berkata kepada saya, kenapa kamu jualan koran, Apa kurang harga sayur, harga ikanmu, pulanglah besok saya tidak mau liat kamu lagi menjual disini” ungkapnya yang bercerita masa lalunya.

Kata Nur, Saya menjawab, walaupun pengasilanku sedikit, saya tidak mau jadi wanita pengemis, biar sedikit hasil jeri payaku. Dan saya tidak akan pulang sebelum koran koranku laku. Walaupun cuma berapa yang saya dapat. Padahal dulu harga koran cuma Rp.2.500/L untuk saya 500 rupe dan untuk kantor Rp.2000.

“Alhamdulilah sekarang ini hidup kami, sudah mencukupi. ALLAH mengangkat derajat suamiku dan saya menjadi pegawai ASN, berbakti kepada bangsa dan negara” tuturnya.

Nur Berkata, berpesan kepada generasi penerus jangan kalian taku atau malu, pekerjaan kalian selagi itu hallal kerjakanlah apa yang bisa kalian kerjakan dan apa yang kalian lakukan selagi itu menghasilkan, jangan lupa berdoa meminta kepad ALLAH dan kedua orang tua kalian Niscaya allah akan kabulkan semua itu.

Liputan : Bdn
Editor : hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed