oleh

Bidang Immawati, Ketakwaan Akhlak Wanita Lebih Dewasa

-BAUBAU-687 Dilihat

SPNews.com, Baubau – Wanita sebagai penentu dari setiap generasi untuk menghadirkan jiwa kebaikkan dalam hidup dan menyempurnakan kehidupan manusia menjadi baik dari waktu ke waktu.

Sebagai pembentukan jiwa keimanan dan ketaqwaan yang ada bagi kaum wanita, maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah PC Kota Baubau menghadirkan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) dengan tema membangun spritual IMMawati dengan meneladani akhlak generasi terbaik, dengan di prakarsai oleh Bidang IMMawati PC IMM Kota Baubau.

Sebagai Narasumber dalam kegiatan Mabit, Ibunda Nurhayati, S.Pd.I.,MA Mangatakan
“Dalam QS Ali- Imron 110 Pada prinsipnya kalian dan kita semua sudah menjadi Umat yang terbaik karena Alquran ini diturunkan kepada Umat Nabi Muhammad SAW yang di sebut Surat cinta Itu adalah Alquran dan diturunkan Langsung dari Allah Swt Untuk Nabi Muhammad Saw.
Umat Terbaik.Itu adalah Sahabat2 Rosulullah Saw, para Tabii tabiin dan Generasi terbaik Itu adalah kita semua yang Menjadi Umat Nabi Muhammad Saw” tuturnya, Selasa, 6/7/2021.

PD Aisyiyah Kota Baubau, menambahkan, Akhlak Generasi Terbaik itu, Ikhlas, Jujur, zuhud di dunia, Memahami Agama, Bersabar atas Musibah, Menyikapi kesalahan orang lain dengan bijak, Berbakti kepada kedua Orang tua dan Menjaga Etika berbusana dan berbicara sesuai ajaran Islam.

“Sebagaimana dalam Hadis Bukhari Muslim (Kaum Mukminin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya)” ungkapnya.

Katanya, Seorang shahabat Anshar bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Siapakah orang mukmin yang paling utama?”, Jawab Nabi, “Yang paling baik akhlaknya.” di lain hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian yang sesudahnya, lalu sesudahnya.” Nilai kebaikan menurut ajaran Islam adalah satu kesatuan dan tidak dikotomis, sehingga tidak mungkin para sahabat menyandang generasi terbaik, sementara akhlak mereka tidak baik. Sebagian kalangan, begitu teguh dan penuh gairah dalam membela dan mendakwahkan Akidah dan As-Sunnah, tetapi ibadahnya asal-asalan. Dan akan lebih parah jika sebaliknya; ibadahnya kuat, akhlaknya penuh pesona, tetapi akidahnya penuh dengan syubhat dan khurafat, bahkan terbiasa melakukan bid’ah.

Hal Senada diungkapkan juga, Ibunda Hanisa sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan “Program ini menjadi salah satu wadah agar generasi wanita di IMM bisa bersikap sebagaimana wanita muslimah yang sebenarnya” tuturnya, setelah memberikan materinya, Selasa, 6/7/2021 di Sekretariat IMM di Pala Tiga.

Ia menambahkan, menjadi kader IMMawati merupakan hal yang sangat spesial, karena dalam program ini, para wanita akan diberikan kesempatan untuk mengenal masalah wanita dan mengetahui solusinya, dengan bercermin dari anjuran Islam yang sebenarnya.

“Kegiatan ini, di mulai dari Senin sore, 17.50, sampai Selasa pagi, dengan menghadirkan para Ibunda sebagai kader sebelumnya dengan pengalaman yang banyak dan membuka cakrawala berfikir kaum wanita yang selama ini semakin memprihatinkan” ucapnya.

Hanisa Berkata, Seperti kasus yang belum lama ini terjadi di Kota Baubau, dalam Benteng Keraton Buton dimana ada wanita yang dengan segaja membuang bayinya di teras Baruga ( Tempat Musyawarah Adat Buton) sungguh ini adalah contoh kasus wanita yang tidak beriman yang tega membiarkan anaknya yang baru lahir dibuang begitu saja.

“Kami hadirkan Mabit ini, sebagai bentuk mengenerasikan kader wanita yang siap bertanggung jawab dalam bentuk apa pun, sehingga kasus seperti itu tidak terulang lagi di negeri Buton ini” Harapnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh para Immawati yang ada di seluruh PK IMM yang ada di Kota Baubau, sebanyak 19 orang dengan Dua yaitu Ibunda Nurhayati, S.Pd.I.,MA dan Ibunda Hanisa. Dan Areal dibebaskan dari kaum IMMawan.

Liputan khusus : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed