oleh

Sulit Sekolah Online, Siswa Bersuara

SPNews.com, Baubau – Perpindahan siswa dari SMA ke SMK sudah tidak mudah seperti dulu, hal ini dikarenakan sistem pendidikan sekarang sudah mengunakan aplikasi Dapodik, dimana setiap siswa yang telah terdaftar di satu sekolah sudah tidak memiliki data ganda di sekolah lain dengan nama dan identitas yang sama.

Kurangnya fasilitas komunikasi dalam hal ini signal di daerah terpencil, membuat pendidikan berskala On-line, menjadi kesulitan bagi siswa yang ada di Desa Liwumatingki menerima pelajaran dan belajar secara online, hal inilah yang memberikan alasan bagi salah satu siswa untuk pindah ke sekolah yang ada di dalam kota.

Ketika ditemui di rumah Keluarganya, Jl. RA Kartini Kel. Nganganaomala, Kec. Batu Poaro Kota Baubau, Asma mengatakan “Untuk belajar sekarang agak sulit, apalagi harus mencari signal dulu baru belajar, sedangkan Singal dari rumah itu jauh sekitar 2 kilometer, jadi kalau mau belajar online saya kesulitan” ungkapnya, Minggu, 1/8/2021.

Ia Menambahkan, kadang kami harus ke tempat signal pada malam hari, dan di daerah kami untuk signal internet sangat sulit di dapat.

“Jadi alasan ini, yang membuat saya ingin pindah sekolah dari Desa Ke Kota Baubau, agar proses belajar saya bisa lebih baik” Jelasnya.

Ungkap Asma, waktu saya mau pindah sekolah, pihak sekolah menyuruh saya untuk mengecek dulu kuota siswa dari sekolah yang akan saya masuki, apakah dirinya di terima atau tidak, ketika itu sudah ada baru, pihak sekolah mengeluarkan Surat Pindah Sekolah.

“Saya sih, berharap ada sekolah yang bisa menerima saya yang pindah dari Desa ke Kota, untuk di kota target saya bisa pindah di SMEA, kalaupun sekarang sudah kelas 2” Harapnya.

Ketika di Konfirmasi kepada pihak sekolah yang ada di Kota Baubau, salah satu kepala Sekolah SMK Negeri 1 Baubau Rusdy mengatakan “Untuk saat ini, siswa pindahan dari luar kota sudah tidak mudah bisa di terima, karena kami juga harus melihat dari sekolah asal siswa tersebut” ungkapnya, Senin,2/8/2021 Di Jl. Betoambari No. 7 Sekolah SMK Negeri 1 Baubau.

Ia menambahkan, Bila siswa dari SMA mau pindah Ke SMK untuk sekarang bukan tidak bisa tapi alangkah baiknya siswa tersebut memilih sekolah SMA karena rapot yang digunakan untuk SMK dan SMA itu sekarang berbeda.

“Apa lagi siswa tersebut sudah kelas 2 , itu akan sulit bagi siswanya, karena siswa tersebut akan sulit disesuaikan nilai rapot dari yang kelas 1 dan kelas 2 bila dia mengambil SMK nantinya, apa lagi mata pelajaran yang ada di SMA dan yang ada di SMK itu berbeda” ungkapnya.

Kata Rusdy, Sebelum sekolah asal akan melepaskan siswanya untuk pindah, siswa tersebut harus mengkoordinasikan dengan sekolah barunya tentang kuato siswa yang ada di sekolah barunya nanti, apakah masih ada kuota siswa atau tidak.

“Untuk data kuota siswa, dari layanan aplikasi Dapodik, jumlah siswa dalam 1 kelas paling sedikit 20 orang dan paling banyak 36 orang, jadi ketika ada yang mau pindah masuk, data ini kami lihat dulu, kalau masih ada akan kami buatkan surat siap menerima siswa pindahan untuk diberikan ke sekolah asal” tuturnya.

Dan bila sudah koneksi, ungkap Rusdy, data siswa di Dapodik sekolah asal akan dikeluarkan dan data Dapodik siswa tersebut akan diterima di sekolah barunya, sehingga siswa tersebut bisa terdaftar rapi sebagai siswa tambahan di sekolah barunya.

“Saran kami dari pihak sekolah buat siswa pindahan, sebaiknya pindah sekolah berdasarkan asal Sekolah, kalau dari SMA yang pindah juga ke sekolah SMA, dan bila dari sekolah SMK pindah juga ke Sekolah SMK yang sama jurusan Jagan pindah jurusan, contoh dari STM Ke SMEA” harapnya.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed