oleh

Wisata Budaya, Tangkap Ikan Antamo

SPNews.com, Buton – Kebiasaan yang sering dilakukan bagi masyarakat Desa Wolowa pada bulan tertentu yaitu menangkap Ikan Antamo, kegiatan menangkap ikan pada Senin, 9/8/2021. Menjadi hari terakhir setelah 2 hari yang lalu ikan ini muncul di Sungai Kali Tondo diantar Desa Wolowa dan Desa Walompo.

Ketika ditemui salah satu masyarakat Desa Wolowa Firman mengatakan “Ikan Antamo merupakan jenis ikan yang sering muncul pada bulan tertentu, untuk tahun ini sudah muncul 2 kali, dimana beberapa bulan lalu ikan ini muncul pada awal puasa, dan hari ini muncul lagi pada 7 sampai tanggal 9/8/2021” ungkapnya.

Ia menambahkan, Hari ini, ikan Antamo akan mulai habis, jadi aktifitas penangkapan ikan akan berakhir. Bila muncul ikan ini akan menjadi berkah pada masyarakat di Walompo, Wolowa, Kantolalo karena masyarakat disini akan berlomba untuk mengkap ini selama 3 hari dari pagi ke malam sampai pagi lagi, dan keluarga mereka akan membawakan makanan bagi yang menangkap ikan ini.

“Menurut legenda desa kami, ikan Antamo kalau sudah ada, maka ikan ini akan dilihat kejadiannya, bila ikan menuju ke laut, maka ia akan berubah menjadi ikan laut, namun bila ikan naik ke hulu sungai akan menjadi ular atau kodok” ucapnya berdasarkan legenda orang tua kampung.

Dari hasil data alam, kata Firman, ikan ini adalah ikan air tawar namun bila sudah musim bertelur ikan ini akan pergi ke hilir sungai dan bertelur di dalam lumpur, jadi ketika menetas telurnya akan keluar ikan ini dari lumpur, saat itulah masyarakat sekitar akan mulai menangkapnya.

“Bila ingin menangkap masyarakat harus mengunakan alat tangkap tradisional namanya dalam bahasa Buton yaitu Bi’cuo alat yang terbuat dari kolambu dan kayu (Ka’barua) kayu ini pun khusus yang kuat agar ketika menangkap ikan tidak patah karena banyaknya ikan” tuturnya.

Ucap Firman, Kemunculan ikan ini, tidak bisa ditentukan, namun bila orang tua kampung (tokoh adat) biasanya tahu dari perhitungan bulan di langit. Seperti kali ini muncul sebelum 1 Muharam, dan kadang ikan ini muncul di akhir tahun juga, bisa sampai 3 x dalam setahun.

Ikan Besarnya

“Ikan ini memiliki dua jenis yaitu ikan Antamo Bae ( ikan yang agak besar) dan ikan Antomo Soromba (ikan yang agak kecil) bila sudah muncul ikan ini, akan berenang kembali menuju hulu sungai dan saat itulah masyarakat beramai – ramai akan mulai menangkapnya, kadang yang ikut menangkap mulai dari anak usia 12 tahun sampai yang usia 70 tahun ikut menangkap ikan Antamo” jelasnya.

Ikan agak kecil

Karena banyaknya ikan ini, ucap Firman, kadang setiap orang bisa menangkap sampai 1 karung 25 kilo lebih, dan pasti laku di jual, untuk harga jual untuk 1 tombu bisa mencapai 10 ribu sampai 15 ribu, dari hasil pendapatan penjualan ikan ini bisa mencapai 1 juta perhari.

“Untuk mengetahui munculnya ikan ini, bila kita berjalan dan merasa kaki kita geli, maka itu tanda bahwa ikan Antomo ada, biasanya yang duluan muncul Antamo Bae (ikan besar) setelah itu muncul anak kepiting, dan akan muncul lagi Antamo Soromba (ikan kecil) ukurannya saking kecilnya seperti biji beras.
Bagi saya yang asik juga tangkap udangnya setelah ikan ini muncul biasanya akan banyak udang dan ikan yang besar 2 jari akan muncul untuk memakan ikan Antamo”jelasnya.

Ungkap Firman, Untuk di Desa Walompo menangkap ikan ini dibebaskan untuk siapa saja yang mau tangkap silahkan, kadang sampai masyarakat 4 kecamatan datang untuk menangkap ikan ini, kadang juga orang dari Kota Baubau datang juga, tidak ada aturan khusus.

“Tapi untuk di wilayah Desa Walowa Baru, maka setiap penangkap wajib membayar 10 ribu/satu Bi’cuo. Hal ini sudah di atur oleh Pemerintah Desa, karena harga bayar tadi akan diserahkan kepada Bonto Wolowa (Tokoh Pejabat Sara Adat), untuk rute penangkapan ikan, Desa Wolowa berada di hulu sungai, sedangkan Desa Wolowa Baru ada di hilir sungai, agar tidak menjadi keributan atau selisih paham, sebab sudah ada batasnya” tegasnya.

Liputan : hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed