oleh

Perempuan Bisa Jadi Pemimpin Sebagai Cita – Cita

-BAUBAU-308 Dilihat

SPNews.com, Baubau – Seminar Keperempuanan yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Baubau, dengan mengangkat tema induk Rekontruksi Gerakan Perempuan Diera Pandemi Menuju Indonesia Emas. Yang telaksana di Aula UM. Buton Jl. Betoambari, No 36 Kampus UM. Buton, Minggu, 22/8/2021.

Dalam seminar tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Buton, Dr. Wa Ode Al Zarliani,.SP, M.M Mengatakan “Perempuan itu, harus bisa mengembangkan diri bukan hanya sekedar di rumah, mengurus urusan rumah tangga, tapi juga harus mampu keluar rumah dalam mengabdikan diri sebagai manusia yang berguna untuk orang lain” tuturnya.

Perempuan saat ini, Kata Rektor, sudah bisa memberikan nilai sisi kebaik untuk membangun bangsa dengan mendapatkan amanah dari masyarakat, seperti sekarang perempuan telah diporsikan untuk bisa berbicara di Dewan Perwakilan Rakyat.

“Hal ini, dapat terjadi bila perempuan Indonesia, rajin membaca dan berkarya untuk menambah pengalaman demi membangun daerah kita” jelasnya.

Sebagai Rektor, Ucapnya Zarliani, saya bukan hanya bisa melakukan pekerjaan di rumah, tapi dengan mampu yang saya miliki, maka saya di amanah oleh perserikatan Muhammadiyah, bisa mewujudkan pengabdian diri lebih optimal agar bisa menjadi contoh bagi generasi perempuan berikutnya, untuk tidak takut dalam mengambil amanah menjadi pemimpin.

“Perempuan memiliki peluang sukses menjadi pemimpin, karena memiliki kempuan perempuan sama dengan laki- laki, dengan peluang memberikan hal – hal yan lebih baik dari laki – laki” imbuhnya.

Perempuan harus ada perubahan pola pikir, kata Rektor, untuk bisa menjadi salah satu penunjang dalam mengembangkan diri di masa depan, maka perempuan harus memiliki ilmu agar perempuan juga harus mempunyai cita-cita menjadi seorang pemimpin.

“Oleh karena, gerakan Muhammadiyah adalah amal Makruf nahi mungkar, mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar, maka perempuan juga mampu melakukan kebaikkan diluar rumah dengan menduduki kepemimpinan demi kebaikkan di muka bumi” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Kabid Immawati DPD Sulawesi Tenggara, Dea Indriani mengatakan “Pemerintah telah banyak membuka ruang dengan membentuk aturan – aturan agar perempuan bisa ikut terlibat dalam mengembangkan daerah, namun pertanyaannya bagaimanakah perempuan saat ini” ungkapnya.

Ia menambahkan, oleh sebab itu perempuan harus mampu memiliki kemampuan yang cukup baik untuk bisa mengambil bagian dalam meningkatkan peran sebagai bentuk membangun bangsa dan negara kita.

Liputan : hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed