oleh

Petani Laut, Panen 2 Kali Sebulan

-BAUBAU-775 Dilihat

SPNews.com, Baubau – Petani sayur dan tomat di darat biasa dilihat, namun hal ini berbeda dengan masyarakat petani yang ada di bagian pesisir laut utara Kota Baubau, dimana sepanjang teluk akan kita lihat banyaknya botol plastik terapung bukan untuk mengotori laut, tapi menjadi pelampung untuk menandai agar – agar yang ditanam oleh masyarakat Palabusa.

Petani di laut, disebut petani agar – agar ketika ditemui seorang petani agar – agar Bapak Aswar mengatakan “Bagi kami masyarakat sini kebanyakan menjadi petani agar – agar, karena selain sudah menjadi kebiasaan, menjadi petani agar – agar sangat menguntungkan karena bisa panen dalam satu bulan 2 kali” ungkapnya, ketika menunjukkan tempat dimana agar – agarnya di Ujung Kampung Palabusa, Rabu, 25/8/2021.

Rumput laut, kata Aswar sambungnya, dulu ketika kami menanam agar – agar di laut kadang sampai 40 hari baru bisa kami panen, namun karena seiring pengembangan zaman, kami pun bisa lebih cepat memanen agar – agar dalam waktu 14 atau 15 hari.

“Saat ini, metode yang kami lakukan untuk meningkatkan hasil agar – agar, sebelum kami semai di laut, agar – agar akan kami pupuk terlebih dahulu, selama 1 atau 2 hari di dalam drum plastik bersama air laut dan pupuk tanaman, setelah itu baru kami hentangkan di dalam laut” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan metode ini, tanaman agar – agar akan cepat berkembang, dan dapat di panen selama 14 hari, hasilnya sama dengan metode zaman dulu, yang 40 hari baru panen. Bahkan dengan metode ini, kami bisa memanen 1 bulan 2 kali.

“Harga untuk agar-agar sekarang yang penting telah dikeringkan, para pengepul yang datang sendiri dan menimbang agar – agar kami dengan nilai perkilo 18 ribu” ungkapnya.

Untuk harga yang bagus, ucap Aswar, agar – agar yang akan menjadi bibit, biasanya di beli persatu tali dengan panjang 7 meter sebesar 100 ribu.

“Untuk hasil agar-agar yang bagus bila kekuatan arus laut sangat baik, dimana hal ini bisa di tahu dari dalamnya tempat agar-agar itu dihentangkan, kedalaman laut untuk menanam agar-agar paling dangkal harus mencapai mencapai 4 meter, namun saat ini kami bisa menanam dengan kedalaman laut mencapai 17 sampai 18 meter dan hasilnya juga sangat bagus” jelasnya.

Aswar berkata, bila usia panen berlebih atau terlambat panen agar- agar juga akan mulai tua dan berbintik putih, untuk yang seperti ini kami belum ada obatnya, jadi memang jadwal pemanen agar – agar harus tepat waktu, tidak bisa kelebihan waktu.

“Untuk hasil agar – agar, kami di masyarakat sini sudah banyak memiliki motor laut, dan sembari menunggu masa Penen agar – agar biasanya juga warga mencari ikan atau beraktifitas lain” ungkapnya.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed