oleh

Masyarakat Kadatua Minta Kepastian

-BUSEL, HUKRIM-1223 Dilihat

SPNews.com, Buton Selatan – Desa Lipu, Kec. Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, merupakan salah satu Desa yang menerima Anggaran Dana Desa, namun dalam proses penyelenggaraan program di Desa ternyata masih ada saja pelanggaran dilakukan oleh pihak kepala desa untuk mendapatkan keuntungan.

Ketika ditemui Sardin (masyarakat Kadatua) dan berdasarkan laporan kepada pihak berwajib tanggal, 13 Mei 2019, oleh Mantan Kepala Kampung Dusun Kaweli, Desa Lipu Kec. Kadatua. Keb. Buton Selatan. Sardin Mengungkapkan, Saya sudah melaporkan Mantan Kepala Desa Lipu, yang mana saat itu saya menjadi salah satu perangkat Desa tahun 2017/2018, Saya melaporkan Kepala Desa saya saat itu terkait dengan dugaan korupsi kepala desa terhadap potongan gaji pegawai perangkat Desa Lipu, Kec. Kadatua, Kabupaten Buton Selatan.

“Dari hasil laporan yang pernah dibuat oleh Kepala Desa Lipu saat itu, yaitu Jamal Rais, ada dugaan memalsukan tanda tangan saya, untuk gaji yang setiap bulannya harus saya terima berdasarkan Aturan Pergub tahun 2018, tentang gaji perangkat desa, termasuk kepala Kampung sebesar 2 juta/bulan, namun ada kalanya Gaji yang saya terima sudah tidak sesuai dengan aturan tersebut” Imbuhnya, Rabu, 22/9/2021.

Kata Sardin, bukan hanya gaji saya yang di potong, namun ada juga gaji Perangkat Desa yang fiktif, dimana ada nama tokoh masyarakat atau tokoh adat, yang sudah meninggal masih mendapat gaji, pada hal saat itu, orangnya sudah meninggal.

Dari kejadian tersebut, Ungkap Sardin, Saya juga sudah melapor pada pihak yang berwenang, untuk diperiksa Kepala Desa tersebut yang sudah mengambil hak – hak kami selaku kepala Kampung.

“Laporan saya ini, sudah saya masukkan kepada pihak Kepolisian tanggal 13 Mei 2019, dan terbaru tahun 2020 Pihak Inspektorat Buton Selatan telah melakukan audit terhadap laporan pertanggungjawaban Anggsaran Dana Desa Tahun 2017/2018 namun sampai saat ini pun saya belum hasil dari pemeriksaan tersebut” Tuturnya.

“Saya berharap agar pihak kepolisian bisa mengevaluasi kembali laporan yang pernah saya laporkan dulu di tahun 2019, Karena saya yakin pihak kepolisian merupakan aparatur negara yang bisa membela rakyat kecil seperti saya ini” ungkapnya.

Sardin menambahkan, saya sudah sering ke pihak Polres Baubau untuk menanyakan hal Laporan ini, jadi melalui media ini, saya atas nama masyarakat Desa Lipu, Kec. Kadatua, Kab. Buton Selatan, meminta keadilan dan meminta tolong kepada pihak berwajib untuk dalam waktu 3 hari ini, laporan saya tahun 2019, di periksa kembali dan di audit, agar bangsa dan negara kita bisa terbebas dari kejahatan penghianat rakyat dan Pancasila yaitu korupsi hak rakyat termasuk hak gaji saya yang di potong tanpa alasan, ketika saya menjadi Kepala Kampung tahun 2017/2018.

Tambahan info, kata Sardin, Hasil Program anggaran dana desa di tahun 2017/2018 untuk Desa Lipu, Kec. Kadatua, Kab. Buton Selatan, beberapa proyek tidak sesuai fungsinya, salah satu proyek pembuatan penyaluran air bersih kepada masyarakat, dimana yang harusnya menjadi milik pemerintah desa, kini telah di kuasai sendiri oleh mantan kepala desa, dan diperjual belikan oleh Mantan Kepala Desa tersebut.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed