oleh

Immawati Dewi Tuti, Dia Yang Mati

-PENDIDIKAN-286 Dilihat

Immawati Dewi Tuti untuk Randi dan Yusuf.

Dia yang mati

Dia yang mati
26 September 2019 – 26 September 2021
Dua tahun silam telah berlalu, tangis dan luka masih terasa, kabar dukamu masih terdengar di telingaku dia yang mati, dengan peluruh menembus ke dalam tubuhnya, dia yang mati di habisi dengan keji oleh mereka yang sedarah.

Merah darah pahlawan jatuh tumpah ruang
melawan penjajah komunis yang bertopeng.

Dia yang mati, akibat kebrutalan penegak hukum di negeri ini, harus berapa banyak lagi nyawa yang engkau ambil
Hay..

Bagaimana mungkin engkau lupa
Sementara darah membanjiri jalanan
bagaimana mungkin engkau merasa tenang
melihat air mata membasahi pipi para pejuang bangsa ini
Bagaimana mungkin engkau merasa bahagia
melihat wajah yang tua itu kehilangan anaknya

Anak yang kau jadikan tumbal dalam demokrasi itu, anak yang kau rampas haknya dengan kejam, anak yang kau renggut nyawanya dengan peluru senjatamu.

Dia yang mati, pergi tanpa gelar sarjana
Pergi dengan menyelesaikan kemerdekaan di dalam setiap pemikiran, pergi menyelesaikan perjuangan sebelum dia kini kami menginginkan keadilan dalam jiwa mereka secara nyata,
bukan dengan janji dan sebatas lipservice selamat jalan, pejuang abadi, sampai berjumpa di alam keabadian.

Story’ Mahasiswa

Ketua Bidang Hikmah PK IMM FAI UM.Buton angkat suara atas penegkapan Ketua Umum DPD IMM Sultra Kakanda Marsono yang di tangkap secara paksa dalam aksi massa di kendari, saat mengikuti unjuk rasa terkait penuntasan kasus Randi dan Yusuf di Polda Sultra, Senin (27/09/2021) kemarin.

Dalam pernyataan tuti sapaannya, dia katakan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan suaranya adalah teriakan rakyat, gerakanya adalah dukungan rakyat, langkahnya adalah untuk perubahan negeri ini. Mahasiswa adalah garda terdepan dalam dunia pradaban dan menjadi figur panutan suri taladan bagi masyarakat.

iya menambakan pihak aparat kemanan sebagai pengayom masyarakat bukan untuk menindas rakyat yang sedang memperjuangkan keadilan di negeri ini, dan ini bentuk kekecewaan kader IMM yang ada di Kota Baubau bahkan khususnya dan kader IMM Di Sultra pada Umumnya dimana orang nomor satu di jajaran IMM Sultra kini teraniaya oleh aparat keamanan negara ini, Hay aparat keamanan jadilah seperti air yang mampu mengalir lurus pada jalan kebenaran.

Di tragedi SEDARAH September Berdarah, IMMawati Dewi Tuti Ketua Bidang Hikmah PK IMM FAI UM.Buton, dan juga Ketua HMPS Prgram Studi Pendidikan Agama Islam, pada Fakultas Agama Islam, di Universitas Muhammadiyah Buton, menulis puisi yang didekasikan untuk Randi dan Yusuf yang tewas akibat demo RKUHP tahun 2019, Tuti membaca puisi ini dengan penuh penghayatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed