oleh

Benteng Keraton Menuju Warisan Dunia

-BAUBAU, PARIWISATA-907 Dilihat

SPNews.com, Baubau – sebagai bagian dari acara hari ulang tahun Kota Baubau ke 20, diadakan pula Acara adat Pakandekandea di Baruga Benteng Keraton Wolio depan masjid Keraton Buton.

Acara ini dihadiri oleh toko adat, tokoh masyarakat, Sultan dari Lembaga Adat Buton, salah satu anggota DPR RI, Dr. H. Agung Laksono, dan perwakilan dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan oleh Dr. Irianti Direktur Perlindungan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan RI. Setelah melakukan perjalanan wisata sejarah dalam Benteng Keraton Wolio, mulai dari Kamali Kara menuju ke Makam Sultan Murhum dan terakhir menuju ke makam Oputa Yi Ko.

Dalam sambutan yang dilakukan sebelum acara Adat Pakandekandea, Dr. Irianti Mengatakan “Dukungan Kemendikbud terhadap tahapan menjadikan Kawasan Benteng Keraton mendapatkan peringat Nasional” Ucapnya, Minggu, 17/10/2021.

Ini menajadi Puji Syukur atas Karunia Allah SWT bagi kita semua, sehingga kita dipertemukan di tempat yang bahagia ini, walaupun covid sudah turun, namun kita harus tetap mematuhi prokes.

“Lahirnya UU kemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017, Ungkapnya Irianti, sekaligus baru 1,5 bulan yang lalu, kita telah mempunyai telah mempunyai turunan UU Kebudayaan, Peraturan pemerintah no. 87 tahun 2021. Tentang pelaksanaan dari UU Kebudayaan tersebut. ini semakin jelas arah kamajuan kemajuan Kebudayaan kita ke depan” jelasnya.

Bertepatan pada hari ini menjadi Hari Jadi Kota Baubau ke 480 tahun , ungkap dia, dan Hari Ulang tahun Kota Baubau yang ke 20, ini menjadi sejarah panjang tentang Buton atau Kota Baubau, dan tentang peninggalan-peninggalan budaya yang ada di dalamnya.

“Saat ini, kita sedang melaksanakan kegiatan upacara Pakandekadea, dan tadi saya sempat melihat persiapan Upacara Sandiago” tuturnya.

Antara cakar Budaya, Kata Dia, lanjutnya, harus mencangkup 4 hal, yaitu Perlindungannya, pengembangannya, Pemanfaatannya dan pembinaannya.

“Maka 4 hal ini, harus dilakukan demi meningkatnya kemajuan kebudayaan di mana di dalam Benteng Keraton ekosistem yang ada di dalamnya harus tetap hidup seperti aktivitas-aktivitas budaya yang ada di dalam benteng Keraton Buton” imbunya.

Mulai dari upacara adat, perilaku adat ataupun dengan kegiatan-kegiatan yang secara turun-temurun telah dilakukan sebagai satu nilai yang luar biasa yang harus dipertahankan.

“Jadi dalam hal ini, bila kita bicara tentang penetapan cagar budaya atau warisan budaya untuk diusulkan dan bisa diakui oleh UNESCO, maka kita harus sama-sama kita hadirkan ada nilai penting yang luar biasa”Harapnya.

Hal inilah yang harus bisa kita buktikan bahwa kenapa benteng Keraton Buton harus menjadi warisan dunia.

“Karena kedepannya kita tidak bisa menjaga tentang keutuhan kebudayaan yang ada saat ini, maka perlu komitmen bersama baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan peran perorangan sampai pada semua komunitas yang ada di dalamnya untuk bersama menjaga aktivitas Budaya dalam Benteng Keraton” Sarannya, sebelum menyelesaikan Sambutan dalam acara tersebut.

Sebelum acara adat Pakandekandea Perwakilan Dari Kementerian memberikan Sertifikat Penetapan Benteng Keraton menjadi salah satu yang mendapatkan peringkat Nasional.

Liputan: Ha
Editor : Yadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed