oleh

Promosi Pariwisata Akan Di Mulai Dari Legalitas Pemandu Wisata

-PARIWISATA-208 Dilihat

“Promosi pariwisata harus tertib dan aman bagi pelaku pariwisata yang ada di Kota Baubau”

SPNews.com, Baubau- Untuk bisa menghadirkan generasi baru dalam bidang pariwisata Dinas Pariwisata melakukan pertemuan dengan judul Forum Volunteer dan Komunikasi Wisata untuk pemasaran pariwisata Kota Baubau.

Masalah yang paling penting dalam mengembangkan potensi pariwisata dalam melakukan Promosi Pariwisata mulai Dinas Pariwisata harus bisa berkolaborasi dengan para komunitas agar bisa lebih optimal.

Kegiatan ini, dilakukan Oleh Dinas Pariwisata Kota Baubau sejak Jumat,12/11/2021 dan berlaku dua hari hingga 13/11/2021.

Dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu pemateri Femiyanti Darma Kamang,AMD.Par Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Sulawesi Tenggara mengatakan ” Untuk menghadirkan promosi Wisata memerlukan aturan Sapta pesona yaitu aman dan tertib, dan yang paling penting para pelaku pariwisata harus memiliki legalitas para pemandu pariwisata pada kota Baubau” tuturnya.

Kata Femiyanti, Sumber daya manusia yang ada perlu dikembangkan dengan baik sehingga rasa Aman bagi para wisatawan
“Baubau bisa lebih indah dari Bali, Kenapa bisa Bali bisa lebih terkenal , karena penerimaan manusianya bisa di atur, dan di tata lebih baik” Ungkapnya.

Ada jaminan dari pemerintah bagi setiap orang yang pangiat pariwisata lebih legal agar dapat di percaya, Ucap Femiyanti.

“Bila pemerintah ingin mengubah pola masyarakat Bone-bone yang menjual ikan di pinggir jalan, maka perlu adanya penjelasan bagi masyarakat yang memiliki potensi tersebut, agar sama – sama mendapatkan keuntungan lebih ketika di pindahkan dari posisi pinggiran jalan ke pinggir laut” harapnya.

Ia menambahkan, Bagi masyarakat Batupoaru belum ada Pokdarwis sehingga cakar budaya, yang memiliki potensi wisata religi yang selama ini belum diperhatikan karena disekitar tempat itu, ada penjual ayam, dan penjual sayuran sehingga tempat wisata tersebut menjadi kurang diperhatikan.

“Maka perlu adanya konsep dasar, agar cagar budaya tersebut bisa di jaga dan diperhatikan” imbuhnya.

Harapan Femiyanti, promosi Desa Wisata yaitu dari Masyarakat yang berbuat, masyarakat yang bergerak dan hasilnya untuk masyarakat tersebut , oleh sebab itu menjadi konsep Desa Wisata.

“Mari kita bekerja sama – sama untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik untuk promosi pariwisata di wilayah Kota Baubau” hanturnya.

Dalam Diskusi ringan Dosen Unidayan La Ode Abdul Munafi mengatakan “Sektor pariwisata menjadi suplai tenaga kerja hampir 3% dari jumlah penduduk suatu negara dimana pariwisata dalam 2 tahun terakhir di seluruh dunia hampir 50 juta tenaga kerja pariwisata kehilangan pekerjaan karena covid” imbuhnya.

Pada kondisi ini pun, kata dosen Unidaya itu, Pemerintah Pusat dalam hal ini, Indonesia juga terkenak dampak dari covid 19, oleh karena itu, anggaran negara menjadi terbatas.

“Maka untuk bisa membuat peningkatan ekonomi daerah, maka setiap daerah harus mampu mengelola anggaran daerah untuk bisa meningkatkan pendapatan daerah tersebut” imbuhnya.

Dalam pengembangan pariwisata dan mempromosikan pariwisata, Kata Hanafi, maka diperlukan orang-orang yang bisa menghadirkan promosi pariwisata bukan sekedar wisata alam, tapi akan lebih baik bila dikembangkan dengan potensi wisata Budayanya.

“Dimana hal ini menjadi Wisata hidup, dengan landasan budaya dalam pengembangan pariwisata, Dalam konteks pembangunan daerah pariwisata menjadi konperatif dimana bermana bahwa apa yang Ada pada kita belum tentu ada pada kita” Jelasnya.

ucap Hanafi, para pelaku pariwisata perlu melakukan stori teling tentang daerah kita, untuk lebih mempromosikan pariwisata, sehingga membuat orang mau tertarik datang ke daerah kita.

Dalam diskusi tersebut, ada beberapa saran dan pendapat dari para pelaku pariwisata, dimana ketika mereka ingin menjadi pemandu wisata belum ada legalitas dari pemerintah daerah.

Selain itu terungkap juga yang bisa memberikan legalitas pada pamandu pariwisata yaitu orang – orang yang terdata di Dinas Pariwisata, dan akan disahkan oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulawesi Tenggara.

Liputan : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed