oleh

Bupati Buton Hadiri Pesta Adat Desa Kondowa – Dongkala

-SOSBUD-198 Dilihat

Fajar Ishak Dg Jaya : “Pesta Adat Kondowa- Dongkala, Perekat Kebersamaan”

Spionnews.com, Buton– Kegiatan pesta adat Tahunan Desa Kondowa-Dongkala Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton kembali digelar. Kegiatan rutin tahunan ini menjadi sebuah momen penting bagi masyarakat adat Kondowa-Dongkala yang telah turun temurun dilaksanakan. Puncak kegiatan dilaksanakan pada Rabu (22/12) di Baruga Desa Kondowa.

Dalam setiap momen pesta adat, masyarakat sangat antusias menyambut serta saling bahu membahu mempersiapkan segala sesuatunya demi terselenggaranya ritual adat ini. Ritual adat ini sebenarnya telah dilaksanakan dalam waktu sekitar dua pecan dengan berbagai tahapan sesuai aturan adat dan diakhiri dengan acara puncak yang dipusatkan di Baruga Desa Kondowa.

Suasana harmonis terbungkus sacral Nampak dalam puncak acara ritual adat ini. Masyarakat membawa talang yang telah diisi lengkap dengan penganan tradisional. Talang tersebut diletakkan berjejer di baruga dan akan ditempati oleh para tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ikut dalam acara ritual.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buton La Bakry bersama jajaran pemerintah Kabupaten Buton dengan mengenakan pakaian adat. Kemudian duduk bersila di depan talang mengikuti tahapan prosesi adat.

“Ini tradisi dan pemerintah memberikan dukungan apalagi yang berhubungan dengan budaya. Ini juga sesuai dengan Visi Misi pemerintah yakni mewujudkan kawasan budaya terdepan. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan inilah yang menjadi perekat kebersamaan,” kata La Bakry.

Ia berharap suasana seperti ini tetap terbangun dan menjadikan masyarakat dan pemerintah tetap kompak bersatu.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Fajar Ishak Daeng Jaya yang juga sempat hadir dalam acara adat Kondowa juga menyampaikan apresiasi. Bahkan, ia mengharapkan agar ritual ini selain sduah menjadi agenda rutin juga harus benar benar menggambarkan kebesaran nilai peradaban. Apalagi Buton dikenal memiliki kekayaan Budaya.

“Jadi bukan hanya seremoni, tapi acara adat ini mengandung nilai nilai luhur warisan budaya. Pesan moralnya sangat banyak, selain rasa syukur juga menjalin kekerabatan antara seluruh masyarakat termasuk tokoh adat dan pemerintah,” kata Legislator Partai Hanura ini.

Ia menaruh harapan pula agar pemerintah terus mendampingi masyarakat dalam kegiatan yang bernuansa adat.***

Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed