oleh

Masyarakat Waitibu Menuntut Keadilan

-HEADLINE, MALUKU, SOSBUD-457 Dilihat

Spionnews.com, Ambon – Dari 1999 sampai saat ini masyarakat Dusun Waitibu Desa Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku belum mendapat haknya untuk bisa kembali di kampung halamannya itu. Hal ini ditegaskan Ketua Tim 7 Percepatan Pemulangan Warga Dusun Waitibu Ke Kampung Halamannya, Irwan Ece (46) kepada wartawan spionnews.com, saat bertandang ke kediamannya, belum lama ini.

Menurutnya, berdasarkan Perjanjian Malino yang pada saat itu Karel Arbet Ralahalu selaku Gubernur Maluku menegaskan bahwa setiap warga yang kena konflik pada 1999 harus dipulangkan atau dikembalikan ke kampung halamannya. “Pesan Bapak Gubernur, rumah-rumah yang terbakar harus dibuat kembali, begitu juga dengan tempat ibadah dan fasilitas pemerintah harus bisa dibangun kembali oleh pemerintah,” ujarnya.

Namun, masih kata Irwan Ece, masyarakat Waitibu sampai saat ini belum mendapatkan hak mereka untuk bisa kembali ke kampung halamannya itu. “Untuk bisa mewujudkan harapan warga Waitibu, maka kami telah membentuk Tim 7 untuk menjembatangi hak-hak masyarakat Waitibu. Dan tim yang kami bentuk ini disetujui oleh warga Waitibu yang selama ini tinggal dan terpencar di beberapa daerah,” ucapnya dengan nada sedih, sembari menambahkan, warga Waitibu itu saat ini tinggal dan terpencar di daerah Kairatu, Gemba, Wailei, Bula SBT, Tanah Goyang, Sahwai, Tulehu Air Panas, Batu Tagepe, Pakarena dan sebagian besar betempat tinggal di Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara dan mereka semua berkeinginan pulang ke daerah asalnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pemerintah setempat, yaitu dengan Bapak Bupati Seram Bagian Barat (SBB) bersama jajarannya. Namun belum juga mendapatkan titik terang untuk bisa difasilitasi kembali ke kampung halamannya itu. “Malah Pemerintah SBB menyatakan akan membentuk Tim Pecari Fakta untuk bisa memediasi masalah pemulangan warga Waitibu, namun sampai saat ini belum juga dibentuk. Bayangkan dari tahun 2018 sampai 2022 ini belum juga dibentuk,” imbuhnya.

Lebih jauh, Irwan Ece bersama masyarakat Waitibu Desa Tihulale meminta kepada Pemerintah SBB Provinsi Maluku untuk secepatnya membentuk tim pencari fakta (tim mediasi) demi mempercepat proses pemulangan masyarakat Dusun Waitibu Desa Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupaten SBB Provinsi Maluku ke kampung halamannya.

“Pemerintah SBB harus segera merespon harapan kami ini, agar kami selaku warga Dusun Waitibu bisa kembali ke kampung halaman kami dengan cepat, aman dan damai. Semoga pada Tahun Anggaran 2022 Pemerintah sudah bisa memfasilitasi kami kembali ke kampung halaman kami itu,” demikian Irwan Ece.(*)

Liputan : Fardini Ode
Editor : Rusly, S.Mn.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed