oleh

Empat Desa Di Kab. Seram Bagian Barat di Duga Korupsi

-NASIONAL-212 Dilihat

AMBON, SPIONnews.com, Kamis 24/2/2022, Empat Desa di Kab Seram Bagian Barat ( SBB) telah dilaporkan di skrimsus Polda Maluku oleh Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN ) .

Empat desa dilaporkan antara lain Desa Lokki ,Desa Waisala, Desa Murnaten dan Desa Niwelehu. Laporan Pemantau Keuangan Negara ( PKN ) , terkait dengan dugaan penyelahgunaan angaran ADD / DD, serta PAD yang merugikan masyarakat dan negara .
Menurut ketua pemantau keuangan negara ( PKN ) Gerlop Hugendrop Mengutarakan, kami PKN Kota Ambon dan PKN Kab SBB Telah membawa laporan dugaan penyalagunaan angaran ADD /DD tersebut ke skrimsus Polda Maluku , laporan yang di bawa terkait dengan hasil temuan tim PKN di Investigasi lokasi yang berawal dari laporan masyarakat .

” Temuan di 4 desa antra lain, Desa Lokki proyek Saluran drainase menyelidiki pekerjaan masyarakat serta proyek air bersih yang di duga fiktif” ujarnya. Kamis, 24/2/2022.

Ucapnya, ada juga Desa Niuwelehu, Perkerjaan proyek bangunan Balai Desa tidak selesai, Desa Murnaten, Perihal PAD yang tidak masuk ke kas desa, dan terakhir Desa Waesala.

“Terkait pembangunan Balai Dusun Alang Batu Alang yang tidak selesai serta menggunakan atap bekas, ditambah dengan persoalan PAD yang tidak masuk ke kas desa” jelasnya.

Kata Ketua PKN, menambahkan setelah empat desa dilaporkan di harapkan kepada seluruh pemerintah Desa yang lain, agar lebih berhati-hati dan perlu adanya keterbukaan informasi publik sesuai perintah uu no 14 tahun 2008 atas penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa ( ADD/DD).

“Terutamanya lebih dinyatakan ada pejabat atau Kepala Desa yang suka membuat laporan fiktif, karena laporan pertanggungjawaban fiktif ini, telah ditemukan di beberapa desa” tuturnya.
“Dari situ pula, jika tidak berhati-hati dalam penggunaan uang ADD/DD, maka sudah tentu saudara akan berhadapan dengan hukum” ujar ketua PKN propinsi Maluku.

Liputan : FO
Editor : Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed