oleh

Mengembangkan Blue Economy di KBA Wabula 2

-BUTON-86 Dilihat

“Peran Laut Di Wabula Kab. Buton”
Bagian 2

Spionnews.com, Buton – Sebuah laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa peran laut sangatlah penting bagi kesejahteraan Indonesia. Peran laut tersebut berdimensi sangat luas karena memiliki nilai dan kontribusi besar bagi sektor perikanan senilai 27 miliar dollar AS, menghidupi 7 juta tenaga kerja, dan memenuhi lebih dari 50 persen kebutuhan protein hewani di Indonesia.

Namun demikian, terdapat tantangan pengelolaan ekosistem laut dan pesisir laut Indonesia. Tantangan tersebut antara lain sekitar 38 persen dari ikan ditangkap melebihi kemampuan ekosistem untuk mengembalikan jumlahnya (overfishing), sekitar sepertiga dari terumbu karang yang berharga bagi Indonesia berada dalam kondisi kurang baik, dan ekosistem pesisir yang penting seperti mangrove mengalami pengurangan atau tekanan yang besar.

Sementara itu, Koordinator Program Wabula DFW Indonesia, Nasruddin mengatakan bahwa untuk memperkuat model pengelolaan sumberdaya laut berbasis masyarakat hukum adat Wabula, pihkanya telah memfasilitasi penyusunan rencana pengelolaan Kaombo Wabula. “Rencana pengelolaan ini disusun bersama dengan masyarakat dan pemerintah desa se-kecamatan Wabula yang memuat strategi dan indikasi program pengelolaan Kaombo” kata Nasruddin. Pihaknya telah mendorong adanya konsensus atau kesepakatan bersama kepala desa Wasampela, Wabula, Wabula 1 dan Wasuemba untuk merujuk dokumen tersebut dalam memperkuat sistim pengelolaan kaombo di wilayahnya masing-masing.

Rencana pengelolaan ini selanjutnya akan menjadi dokumen bersama yang akan menjadi acuan pemerintah desa dalam pengelolaan Kaombo dan di adopsi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes). “Pemerintah desa perlu memberikan sentuhan pembangunan pada kegiatan perikanan dan konservasi sumberdaya laut dan tidak melulu membangun infrastruktur yang ada didarat” kata Nasruddin.

Pada bagian lain, program ini juga memberikan intervensi kepada nelayan penangkap tuna di desa Holimombo Jaya, kecamatan Pasarwajo kabupaten Buton. “Kami telah memfasilitasi 86 nelayan tuna dalam mendapatkan surat ukur kapal dan pas kecil dari otoritas Syahbandar agar kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan lokal didukung oleh kepemilikan dokumen kapal yang legal oleh pemerintah” kata Nasruddin. Perikanan tuna oleh nelayan skala kecil akan makin berkembang dan ditopang armada dan alat tangkap yang ramah lingkungan dan hasil tangkapan yang terdata. “Upaya pengurangan IUU fishing dimulai dengan pendataan kapal dan alat tangkap, serta hasil tangkapan ikan oleh nelayan” kata Nasruddin

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan kabupaten Buton, Ahmad Mulia, M.Si mendukung dan mengapreasiasi program DFW Indonesia dalam memperkuat pengelolaan perikanan skala kecil berbasis masyarakat adat karena sejalan dengan upaya pemerintah kabupaten Buton untuk mendorong pengelolaan perikanan dan pariwisata daerah. “”Inisiatif ini sangat baik karena sinergis dengan rencana pemerintah untuk mendorong perlindungan dan penguatan masyarakat hukum adat yang ada di kabupaten buton melalui Peraturan Daerah” kata Ahmad Mulia.
***
Editor : Hariyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed